Balita dan 7 Orang Keracunan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Balita dan 7 Orang Keracunan

Balita dan 7 Orang Keracunan

Written By Admin Raka on Rabu, 14 Februari 2018 | 12.00.00

Gudang di Ciampel Simpan Limbah Batu Bara Sembarangan  

CIAMPEL, RAKA - Tidak ada yang aneh dengan kehidupan warga Kampung Mekarmukti RT 02/01, Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Senin (12/2). Semua orang beraktivitas seperti biasa. Namun semuanya berubah saat waktu menunjukan pukul 16.00 WIB.
Tiba-tiba warga di kampung itu mengeluh mual dan pusing. Tidak hanya satu, tapi delapan orang mengalami hal serupa. Keadaan semakin runyam saat kondisi kesehatan mereka semakin mengkhawatirkan. Alhasil, delapan orang termasuk bayi berumur dilarikan ke rumah sakit.
Mereka adalah Nia Saraswati (32), Tarsih (60) keduanya dirawat di RSUD Karawang. Eco (80), Ema (13), Fika SF (9), Ade Salamah (70), Anih (70), dan Ridwan (2), dirawat di Klinik Mustika Ciampel.
Salah satu korban keracunan, Anih mengaku setiap hari sering merasakan mual dan pusing mendadak. Entah kenapa, yang jelas kata dia semenjak kebaradaan gudang pembuangan limbah ada, semua warga mengalami hal yang sama. "Setiap hari, mual pusing aja," akunya.
Seorang saksi kejadian, Hasan (31) warga Desa Kutamekar mengatakan, kejadian tersebut mulai diketahui saat beberapa masyarakat mengalami gejala pusing dan mual. Kemudian ada delapan warga yang dibawa ke rumah sakit. "Keracunan sama asap dari gudang penyimpan limbah batu bara," ucapnya, Selasa (13/2) kemarin.
Dia menjelaskan keberadaan gudang penyimpanan limbah tersebut baru diketahui oleh masyarakat setempat. Dirinya mengaku tidak mengetahui berapa lama kegiatan pembuangan limbah sudah berlangsung, yang jelas menurut Hasan hampir setiap malam selalu ada kendaraan mobil besar yang melakukan kegiatan di gudang. "Saya juga tidak tahu, tapi sering ada mobil besar kalau setiap malamnya," terangnya.
Kapolsek Ciampel AKP Ricky Adipratama mengatakan, setelah mendapat laporan dari warga, dia bersama sejumlah anggotanya langsung mendatangi lokasi tempat kejadian perkara, dan mengantarkan sejumlah korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. "Sampai sekarang baru ada 8 orang, semoga tidak ada korban bertambah lagi," ungkapnya.
Ia melanjutkan, delapan warga tersebut menghirup udara yang diduga terkontaminasi limbah batubara dari PT Asahi, yang diangkut ke lapak limbah milik Yusup di RT 002 RW 001, Kampung Mekarmukti. "Limbah PT ASAHI di Kawasan Surya Cipta tersebut diangkut dengan menggunakan mobil truk dengan nopol T 8393 B ke tempat jual rongsok milik saudara Yusup," ujar Ricky.
Untuk menyelidiki kasus tersebut, Ricky mengaku sudah memeriksa sejumlah saksi. "Sampel material sudah kami ambil," ujarnya.
Diketahui, beberapa waktu lalu Desa Kutamekar juga dilanda peristiwa serupa. Saat itu, 10 warga di desa tersebut keracunan gas caustic soda yang keluar dari pipa pabrik kertas PT Pindo Deli II. (yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template