Badan Jalan Habis Dipakai Parkir Mobil - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Badan Jalan Habis Dipakai Parkir Mobil

Badan Jalan Habis Dipakai Parkir Mobil

Written By Admin Raka on Rabu, 21 Februari 2018 | 15.30.00

RENGASDENGKLOK, RAKA- Semerawutnya pasar tradisional Rengasdengklok semakin parah, selain kemacetan yang sering terjadi akibat Pedagang Kaki Lima (PKL) yang memakan badan jalan, banjir, dan kumuh. Tata kelola parkir di Pasar Rengasdengklok sangat mengkhawatirkan, yang membiarkan sebuah mobil terparkir di badan jalan hingga menyisakan setengah badan jalan. Walhasil, sebuah truk besar tak bisa melintas akibat terhalang dan menyebabkan kemacetan panjang.
Menurut salah satu pengendara, Dodi (42) warga Kalangsari, hampir satu jam dirinya terjebak macet akibat mobil yang terparkir dan menghabiskan setengah badan jalan. "Sudah mah jalan kecil, trotoarnya juga banyak di pake PKL, di tambah mobil terparkir di tengah jalan di biarkan saja. Pas mobil besar mau lewat tentusaja gak bisa, imbasnya kami di belakang terjebak macet. Maju gak bisa, mundur juga enggak," keluhnya.
Menurutnya, hal ini seringkali terjadi, dan sudah sepantasnya Pasar Rengasdengklok segera direlokasi, paling tidak dibenahi agar tidak mengganggu pengguna jalan. Karena saat ini sudah banyak sekali pengguna jalan ataupun pengunjung pasar yang mengeluhkan hal tersebut. Selain itu, dinas perhubungan seharusnya bisa turun tangan untuk menertibkan jalan di Pasar Rengasdengklok. Karena hingga saat ini ia mengaku tidak pernah melihat ada penertiban jalan di Pasar Rengasdengklok meskipun sudah banyak dikeluhkan. "Sudah lebih enak sekarang mah dicor, tapi tetap saja banyak yang melanggar. Parkirannya juga kalau bisa agak dirapikan," ujarnya.
Hal senada dikatakan Didin (53), sejak lama ia berdagang di Pasar Rengasdengklok, namun tidak berani untuk menggunakan trotoar sebagai tempat berjualannya, karena ia tahu jika trotoar di peruntukan pejalan kaki. Selain itu, sebenarnya Pasar Rengasdengklok sudah mengalami banyak perubahan, khususnya jalan tidak lagi becek. Namun jika melihat ke bagian dalam pasar, kumuh tetap saja terjadi. Karena drainase yang tidak berfungsi. "Kalau macet memamg sering, karena memang tidak ada lahan parkir untuk bongkar muat dagangan selain di pinggiran jalan. Tapi kalau harus parkir di jalan sempit dan menghabiskan setengah badan jalan mah terlalu," ucapnya.
Dan dirinya mengaku meskipun sudah lama berjualan di Pasar Rengasdengklok tidak berani untuk menggunakam trotoar. "Saya yang udah lama aja gak berani dagang di trotoar," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template