Akibat Serangan Hama Wereng, Petani Tuntut Ganti Rugi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Akibat Serangan Hama Wereng, Petani Tuntut Ganti Rugi

Akibat Serangan Hama Wereng, Petani Tuntut Ganti Rugi

Written By Admin Raka on Kamis, 01 Februari 2018 | 15.00.00

KUTAWALUYA, RAKA- Di duga tak diperhatikan oleh pihak pertanian, para perwakilan kelompok tani se- Kecamatan Kutawaluya, didampingi paguyuban Macan Kumbang Karawang, melakukan unjuk rasa di kantor Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (UPTD) Pertanian Kecamatan Kutawaluya, Rabu (31/1) pagi kemarin. Tercatat sebanyak 15 kelompok tani bergabung mendatangi kantor UPTD Pertanian tersebut.
Para petani menuntut untuk ganti rugi akibat gagal tanam yang disebabkan oleh serangan hama wereng yang membuat para petani melakukan tanam 2 kali. Selain itu, para petani tersebut juga mempertanyakan kinerja para petugas UPTD Pertanian yang terkesan tutup mata atas musibah yang dialami para petani.
Menurut ketua paguyuban Macan Kumbang Endang Amd, Komp, unjuk rasa tersebut merupakan bentuk kekecewaan para petani kepada pihak pertanian yang terkesan tutup mata atas gagal tanam yang alami oleh petani yang berada di Kecamatan Kutawaluya. Dalam tuntutannya, para petani menginginkan perhatian dan tanggung jawab UPTD sebagai bapanya para petani. "Mana kinerja dan perhatian para PPL dan khususnya UPTD Pertanian, petani sudah gagal tanam 2 kali masih saja diam," ujarnya, saat melakukan mediasi di kantor UPTD Pertanian Kecamatan Kutawaluya.
Saat ini kondisi petani sudah melemah, lanjutnya, ia meminta agar UPTD maupun dinas pertanian memfasilitasi para petani dengan berupaya penuh untuk pengadaan pupuk. Sebagai nentuk perhatian UPTD Pertanian, seharusnya sebelum petani mulai tanam, pihak UPTD Pertanian turun dan jemput bola agar bisa mengarahkan kepada petani untuk memulai tanam. "Harusnya UPTD, gapoktan dan kades bisa sejalan, uangan sapai seperti saat ini, belum ada bantuan apapun di terima oleh petani. Kami mengingatkan ke dinas terkait untuk perhatian kepada petani," tegasnya.
Yang paling penting, sambungnya. Endang meminta tolong kepada dinas, saat memberikan bantuan untuk para petani disampaikan tepat sasaran. Seperti halnya traktor dan pompa air. Pasalnya, pompa air yang di beli dengan harga Rp 800 juta yang di pasang di 4 titik, yang satu titiknya kurang lebih Rp 1,976 juta, tak ada gunanya. "Tolong koordinasi dengan gapoktan, jangan langsung diturunkan, mubazir kan pompa air itu. Bahkan dieselnya juga gak ada. Jangan dinas memberikan bantuan karena kedekatan baru di acc (setujui)," katanya.
Terakhir, Endang yang juga Kepala Desa Mulyajaya tersebut menyebutkan, dalam tuntutan aksinya agar pihak pertanian untuk menahan impor beras.
Sedangkan menurut Kabid Bidang Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Karawang Wawan Kuswandi, mengakui untuk bantuan yang dapat disalurkan saat ini adalah obat pertanian. Sedangkan untuk bantuan bibit dan pupuk saat ini belum ada regulasi, namun bantuan tersebut akan didistribusikan pada saat musim tanam berikutnya. "Untuk saat ini kita bisa berikan obat-obatan saja " ujarnya.
Diketahui luas area pertanian yang terserang hama wereng di Kecamatan Kutawaluya mencapai 314 hektare, yang memaksa para petani melakukan tanam ulang. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template