2000 Hektare Sawah Tirtamulya Masuk LP2B - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 2000 Hektare Sawah Tirtamulya Masuk LP2B

2000 Hektare Sawah Tirtamulya Masuk LP2B

Written By Admin Raka on Senin, 19 Februari 2018 | 17.00.00

TIRTAMULYA, RAKA - Kecamatan Tirtamulya merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Karawang yang identik dengan pertanian. Meski demikian, dari sekitar 6000 hektare sawah yang ada di kecamatan tersebut, yang masuk Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) hanya sekitar 2000 hektare saja.
"Di Tirtamulya mulai banyak pembangunan, jalan juga sudah diperlebar, mau ada apa emangnya," tanya warga Dusun Karangsaga, Desa Karangsinom, Kecamatan Tirtamulya, Ahmad Jauhari.
Dia sendiri mendengar kabar dikalangan masyarakat, bahwa daerah tempat tinggalnya itu akan dibangun berbagai proyek besar, termasuk perumahan-perumahan elit sebagai daerah pengembangan perkotaan. Meski demikian, dia belum bisa meyakini atas kabar yang beredar di tengah masyarakat tersebut sebelum pemerintah menyampaikan secara jelas kepada masyarakat. "Tapi belum tahu sih, benar atau tidaknya. Makanya banyak warga yang bertanya-tanya," katanya.
Meski demikian, saat ini sudah banyak warga yang mulai menjual lahan sawahnya, sehingga pemilik sawah di Tirtamulya juga terus berkurang. Belum lagi sudah mulai dibangunnya perumahan-perumahan di atas tanah sawah. "Perumahan sudah mulai dibangun di Tirtamulya," terangnya.
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi C DPRD Karawang yang merupakan Ketua Fraksi PKB H Acep Suyatna menyampaikan, di tahun 2017 lalu DPRD telah menyelesaikan peraturan daerah (Perda) Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebagai turunan dari Undang Undang Nomor 41 Tahun 2009. Sedangkan untuk Kecamatan Tirtamulya yang dulunya masuk zona hijau, ada perubahan dengan pengurangan lahan yang masuk LP2B. "Dari sekitar 6.000 hektare sawah di Tirtamulya, tersisa sekitar 2.000 hektare, itu yang masuk LP2B," terang Acep saat berkunjung ke Kampung Karangsaga beberapa waktu lalu.
Meski demikian, dia meminta kepada warga agar jangan mudah mengeluarkan lahan sawahnya saat ada yang mencari, terlebih jika dikeluarkan melalui orang-orang yang hanya ingin mengambil keuntungan semata. Karena persoalan tanah banyak yang menjadi korban sehingga pemilik dirugikan. "Jangan asal jual saja yah, takut kenapa-napa, harus teliti," ujarnya.(zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template