16 Pengembang Nakal di Palumbonsari - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 16 Pengembang Nakal di Palumbonsari

16 Pengembang Nakal di Palumbonsari

Written By Angga Praditya on Kamis, 01 Februari 2018 | 16.15.00

KARAWANG TIMUR, RAKA - Sebanyak 16 Developer perumahan di Kelurahan Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur mau di sisir Pemerintah Kelurahan sepekan kedepan. Pasalnya, selain mendeteksi pengembang nakal yang masih belum juga melaporkan Fasilitas Khusus dan Fasilitas Umum (Fasus Fasum) ke Bappeda, juga menindak percepatan pelaporan yang selama ini menghambat masuknya Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Palumbonsari.
Pegawai Kelurahan Palumbonsari Rudi Cahyadi mengatakan lahan sekitar 100 hektar di Palumbonsari dijejali 16 Perumahan yang 12 diantaranya aktif dan penuh berpenghuni masyarakat luar kelurahan. Selama pembangunan sampai sudah terisi saat ini, ada perumahan yang sudah ditinggalkan depelovernya begitu saja, bahkan ada pula yang lahan Pajak Bumi dan Bangunannya (PBB) Belum dipecah.
Dari ke 16 perumahaan, lanjut Rudi, yang paling parah tidak kooperatif perumahan Naira Residence. Sulit bagi pemerintah kelurahan untuk mendeteksi dimana keberadaan pengembang saat ini, karena pemasaran yang adapun sudah melalui agen-agen di luar daerah. Karenanya, ia sebenarnya pesimis bisa kooperatif jika para pengembang perumahan ini disurati dan dipanggil pihak kelurahan.
Rudi mengatakan, para pengembang masih banyak yang nakal, kecuali yang menindak dan menyuratinya sekelas Sekretaris Daerah (Sekda) maupun pejabat teras. Akan tetapi, upaya yang akan di lakukan Lurah saat ini diakuinya cukup berani dan semoga bisa menindak tegas pengembang nakal yang selama ini ternyata banyak mangkir dan menghambat PAD. "Ada yang pengembangnya kabur, ada juga yang PBB nya belum dipecah, hingga Fasos dan Fasumnya yang belum rapi dilaporkan," katanya.
Lurah Palumbonsari Farida Setyanti mengatakan, pihaknya berjanji menyurati semua pengembang perumahan yang ada di Palumbonsari, karena dari 16 yang ada, 12 diantaranya memamg masih aktif dalam artian berpenghuni penuh. Namun, alangkah naifnya, ternyata Fasus Fasum yang ada sejauh ini masih belum dilaporkan ke Bapeda, akibatnya, jika Fasum dan Fasus belum dilaporkan, Pemkan tidak mungkin menggelontorkan bantuan sarana infrastrukturnya ke komplek-komplek tersebut.
Padahal, tutur Rudi, ada yang membutuhkan PJU, drainase dan sarana lainnya, namun selama Fasos itu belum dilaporkan, realisasi infrastruktur tidak akan terwujud. Untuk itu, sebut Farida, ia berencana menyurati semua Pengembang untuk duduk bersama, jika masih mangkir, ia pastikan untuk mendatangi sendiri ke Depelover bersangkutan. Disamping itu juga, Kewajiban Developer selama ini sudah dilunasi sama BTN, karena pemilik rumah itu bayarnya langsung ke BTN, karenanya tanggungjawab atas PBB hingga pelaporannya ke Bapeeda, sejauh ini mengapa masih diabaikan. "Saya akan panggil semuanya, kalau masih tidak koperatif saya sendiri yang akan mendatangi para Depelover ini," tandasnya.
Sebagai tuan rumah sebut Farida, baik depelover maupun warga luar yang tinggal di perumahan harus ikuti aturan dan tata tertib yang diberlakukan, karena hal itu ada dalam UU Nomor 23 tahun 2003 dimana syarat khusus semua warga patuhi aturan. Jika masih ngeyel, akan ada penindakan selanjutnya. "semua harus ikuti aturan, ini urusan pembangunan, jangan dibiarkan begitu saja," Katanya.
Kasie Trantib Kelurahan Palumbonsari, Yono mengatakan, pihaknya menunggu arahan pihak kelurahan maupun pihak terkait jika urusan perumahan ini masih di cueki pihak pengembang, bahkan dirinya juga siap menyegel perumahan yang memang melanggar aturan seperti yang pernah dilakukan di rumah Subsidi. Karena, alasan pelanggaran seperti penyelesaian pemecahan PBB yang belum rampung, hingga Fasus Fasum yang belum dilaporkan ke Bapeda. "Kita menunggu arahan saja, kalau sampai penyegelan ya kita siap saja nanti," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template