Warga Keluhkan Harga Beras Semakin Tinggi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Keluhkan Harga Beras Semakin Tinggi

Warga Keluhkan Harga Beras Semakin Tinggi

Written By Admin Raka on Jumat, 12 Januari 2018 | 19.00.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Sejak awal tahun 2018 masyarakat di Karawang mengeluhkan semakin tingginya harga beras medium. Bahkan hampir semua varietas tersebut di atas rata-rata harga eceran tertinggi (HET) Rp 9.450 per liternya.
Pedagang Nasi Uduk asal Telagasari Ros (46) mengatakan kenaikan harga beras secara perlahan sudah terjadi sejak akhir November 2017 lalu. Dari harga Rp 9.500 per liter setiap minggu naik sekitar Rp 300, kemudian naik lagi Rp 500 dan seterusnya sampai mencapai harga yang sekarang dikisaran Rp 10.000. Mahalnya harga beras mempengaruhi penjualan nasi uduknya yang sehari-harinya, menghabiskan beras 5 - 7 liter. "Sekarang di Pasar Wadas di Pasar Talagasari sama semua harganya Rp 10 ribuan, tertinggi sejak saya berdagang," kata Eros, Kamis (11/1).
Pedagang beras di sekitaran pasar Cikalong Kecamatan Cilamaya Wetan, Tarmidi mengatakan, Januari hingga Februari merupakan musim paceklik, mana stok beras tidak melimpah. Hal ini kemudian menjadi masalah ketika cadangan beras pemerintah yang berada di bawah kendali Badan Usaha Logistik tidak memadai untuk bisa melakukan intervensi harga. Disisi lain, diakui Tarmidi,  operasi pasar yang kerap dilakukan pemerintah untuk menstabilkan harga beras, juga tidak berpengaruh signifikan.  Padahal, harga beras yang cenderung rendah di musim panen raya,  bisa menjadi insentif bagi mereka ketika musim paceklik tiba.  di mana para penggiling beras bisa mengeluarkan stok beras yang dibeli dengan harga rendah di musim panen raya untuk dijual dengan harga yang lebih tingi di musim paceklik yang memang menyebabkan kekurangan pasokan beras.
Ditambahkan, Tarmidi, HET beras medium untuk wilayah Jawa Barat termasuk Karawang, memang Rp Rp 9.450 per kilogram (kg), namun saat ini sejumlah varietas justru bertengger diatas harga itu. Ciherang misalnya, yang medium paling rendah saja dikisaran Rp 10.000, belum varietas lainnya. Sebagai pedagang, ia tidak bisa berbuat banyak, karena pasokan yang diterimanya dari gudang juga harganya cukup tinggi. "Kita tidak bisa berbuat banyak, harga berasnya dari sananya juga mahal," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Karawang, Ir Kadarisman saat disinggung kaitan upaya Pemkab mengendalikan harga beras, yang bersangkutan tidak memberikan penjelasan. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template