Turunan Abah Jiin Minta Kelola Makam Syekh Quro - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Turunan Abah Jiin Minta Kelola Makam Syekh Quro

Turunan Abah Jiin Minta Kelola Makam Syekh Quro

Written By Admin Raka on Rabu, 10 Januari 2018 | 18.21.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Wacana pembangunan komplek makam Syekh Quro di Dusun Pulobata, Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang, kembali menggeliat tahun ini. Namun, ada pesan dari Abah Jiin, turunan ke tujuh Raden Sumadireja, penemu makam Syekh Quro, sebelum tanah komplek makam itu beralih menjadi aset daerah. Yaitu soal pengelolaan komplek makam yang tidak boleh digarap diluar keturunan, baik petugas kebersihan, kuncen makam dan pengelolaan lainnya.
Pesan Abah Jiin itu disampai melalui Nawi keturunan Abah Jiin. Pihak keturunan berkeyakinan dalam satu masa Masjid Syekh Quro ini akan menjadi masjid terbesar di Asia dan entah kapan masanya itu tiba. Namun, ditengah hiruk-pikuk pembangunan komplek makam Waliyullah yang berulangkali tertunda, Nawi sudah menerima tembusan jika ada pengembangan dan revitalisasi komplek makam oleh pemerintah.
"Sesepuh dan para keturunan Abah Jiin sudah menerima jika ada revitalisasi komplek makam. Hanya saja dengan syarat itu tadi, para pengelola di dalam komplek makam, harus para keturunan dari Raden Sumadireja," ucap Nawi. Hal itu, jelas Nawi bukan maksud dari hasrat keinginan penguasaan komplek makam, tetapi tidak lain sebagai etika dan pesan para sesepuh agar bisa diwujudkan, mulai petugas kebersihan, kuncen makam dan lainnya.
Dengan keterlibatan para turunan Abah Jiin ini, etika masyarakat dan sesepuh sudah sangat baik. Namun, sambung Nawi, bukan berarti menafikan peran masyarakat dan pemerintah desa, sebab para keturunan Abah Jiin juga terbuka atas keterlibatan pemerintah desa maupun masyarakat sekitar, namun itu diluar komplek makamnya. Seperti pengelolaan parkir, karcis, kebersihan, ekonomi dan lainnya. "Pesan yang disampaikan hanya di dalam komplek makam saja, sebagai adab dari leluhur yang sudah menemukan Makam Syekh Quro tersebut," ucap Nawi.
Nawi menambahkan, selama proses ajuan anggaran ke provinsi sebesar Rp 33 miliar, pihaknya berharap, lahan diseputaran komplek makam segera dialihkan ke aset daerah,  karena, proses pembangunan tidak akan terlaksana kalau tanah yang akan dibangunkan pesantren dan Masjid Syekh Quro ini belum resmi di legalkan sebagai aset daerah. Untuk itu, realisasi Rp 33 miliar ini sudah batal dua kali dengan alasan teknis, sehingga jangan sampai ini bisa kembali batal, hanya gara-gara urusan tanah.
Nawi berharap, segala maksud dan niat baik untuk revitalisasi makam ini bisa berjalan lancar, baik dari tokoh, sesepuh dan pemerintahnya kompak memajukan wisata sejarah di Desa Pulokalapa ini. "Saya menduga batalnya pembangunan karena soal tanah yang belum beralih menjadi aset daerah," ujarnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template