Transaksi Lahan Sutet PLTGU Dilakukan Diam-diam - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Transaksi Lahan Sutet PLTGU Dilakukan Diam-diam

Transaksi Lahan Sutet PLTGU Dilakukan Diam-diam

Written By Admin Raka on Jumat, 12 Januari 2018 | 18.30.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang akan melintasi Cilamaya - Karawang hingga Cibatu Kabupaten Bekasi, tinggal selangkah lagi. Pasalnya, rekanan dari PT Jawa Satu Power (JSP) diam-diam mulai bidik transaksi lahan dengan pemilik lahan di sejumlah desa menjelang dibangunkannya Sutet di wilayah itu.
Kades Cilamaya, Kuswaedi mengatakan di Desa Cilamaya ada 5 titik bakal lokasi dibangunkannya sutet milik pemukiman warga. Dirinya tidak mencampuri urusan harga dan transaksi, karena itu urusannya langsung antara pemerintah dengan pemilik lahannya sesuai regulasi NJOP yang ditetapkan. Dirinya juga tidak tahu prosesnya secara utuh, yang jelas lahan di Pertamina Gas West Java Area seluas 40 hektar, berpeluang menjadi gardu induknya.
Namun, selain lahan yang sebelumnya sawah tanpa garapan selama dua tahun terakhir, kompensasi pergantian usaha penggarapan sawah pertamina gas kepada masyarakat setempat, juga gagal seiring hewan domba ternak yang diberikan Pertamina Gas banyak yang mati. "soal transaksi itu urusan pemerintah dan pemilik lahannya, kita gak tahu menahu," katanya.
Lebih jauh Kuswaedi menambahkan, di lahan Pertamina Gas itu juga ada bagian garapan sawah yang diberikan kepada Polsek, Koramil, Desa dan Kecamatan masing - masing satu hektar. Namun setelah lahan itu dikosongkan dua tahun terakhir karena akan dibangun gardu PLTGU, maka belum ada lagi kompensasi penggantinya. Tetapi pihaknya selaku penerima manfaat dari Pertamina Gas tidak merasa risih, karena diberi saja sebelumnya sudah bersyukur, lantaran memang lahannya milik Pertamina Gas. "Jangankan petani yang kehilangan garapannya, Polsek, Koramil dan Kecamatan hingga desa juga sama. Karena itu program pemerintah, kita ya terima saja," ungkapnya.
Sementara Kades Muktijaya Sawa Isyarot mengatakan, proses transaksi dan pembebasan lahan 27x27 meter untuk sutet di desanya sudah dilakukan, namun ia tidak tahu menahu soal harga yang dibaderol pihak rekanan dan penerintah. Begitupun soal setelah pembebasan apakah memasuki pembangunanya sudah sempurna, ia hanya menyimpulkan 80 persen pembangunan Sutet sudah siap dimulai, kebetulan di desanya hanya 1 titik saja. "Lahan di kita cuma 1 titik saja 27x27 meter, harga yang tahu mah dengan pemilik lahannya," katanya.
Camat Tempuran, Suwandi S.Ip mengatakan, di desanya ada sekitar belasan titik yang akan dilalui Sutet. Yaitu Desa Pancakarya, Lemahkarya, Purwajaya dan Lemahduhur. Masing-masing Desa ada yang 3 hingga 5 sutet diatas lahan masyarakat berdiri. Menurut kabar diakui Camat, pembangunan akan di mulai tahun ini, dan pihak investor bersama pemerintah masih dalam tahap pembebasan lahan. Ia tidak tahu detail soal lahan, besaran dan lainnya, karena itu menjadi urusan pemerintah dengan pemilik lahannya. " Dikita ada beberapa Desa, katanya (Sutet)dibangun tahun ini, otomatis pembebasan lahan juga diproses tahun ini," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template