Tolak 25 Sektor Upah, Buruh Karawang Ancam Blokir Jalan Tol - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tolak 25 Sektor Upah, Buruh Karawang Ancam Blokir Jalan Tol

Tolak 25 Sektor Upah, Buruh Karawang Ancam Blokir Jalan Tol

Written By Admin Raka on Kamis, 25 Januari 2018 | 12.30.00

KARAWANG, RAKA - Rencana Pemerintah Kabupaten Karawang memecah upah sektoral menjadi 25 sektor, ditolak mentah-mentah oleh ratusan buruh yang tergabung dalam Koalisi Buruh Pangkal Perjuangan (KBPP).
Dalam aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkab Karawang, mereka menyatakan berseberangan dengan kebijakan pemerintah. Para buruh tersebut tetap bersikukuh upah minimum sektoral (UMS) hanya terbagi dalam empat sektor, yaitu sektor TSK (tekstil, sandang, kulit), sektor plastik dan karet. Kemudian sektor rokok, tembakau, makanan dan minuman. Serta sektor otomotif, logam, elektronik dan kimia. "Kalau tuntutan tidak dipenuhi, kami akan bertindak lebih dari ini. Mungkin kawasan-kawasan vital seperti tOl dan kawasan industri akan dipenuhi dengan seluruh anggota kita," ungkap Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Kabupaten Karawang Taopik Zaenal Muttaqin kepada Radar Karawang, Rabu (24/1).
Ia melanjutkan, PPMI yang ikut tergabung dengan KBPP menuntut UMS 4 sektor seperti tahun sebelumnya. "Pemkab masih bertahan di 25 sektor, yang artinya banyak sektor-sektor yang akan muncul di Karawang dan itu tidak kita sepakati," paparnya.
Nada sama juga disampaikan Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Karawang Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (FSPEK KASBI) Kabupaten Karawang Rusmita. Dia meminta pemerintah berpihak kepada kaum buruh Karawang. Sehinga ketika berbicara upah, pemerintah jangan membuat ribet dengan sistem yang ada. "Dimana kebiasaan lama kita untuk upah sektor saat ini diubah menjadi banyak sektor. Artinya kemungkinan upah buruh di Karawang ini, tiap sektornya akan sangat bervariasi, dan akan melemahkan daya beli kaum buruh," paparnya.
Rusmita berharap pemerintah mendengarkan keinginan buruh, terutama bicara tentang masalah 4 sektor. "Dan tahun ini ada di atas 14 persen. Tuntutan kami kepada pemerintah agar menyepakati, dan menjalankan 4 sektor tuntutan buruh di tahun sekarang," paparnya.
Berbicara tingginya gelombang PHK, Rusmita mengatakan itu bukan karena upah. Tapi karena daya saing perusahaan yang lemah dengan perusahaan lain. "Tidak ada unsur upah mendominasi bahwa suatu perusahaan hengkang dan bangkrut, tetapi perusahaan itu bersaing dengan perusahaan lainya dan alat teknologi juga yang harus diperhitungkan," paparnya. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template