Tersambar KA Setelah Janji Berkunjung - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tersambar KA Setelah Janji Berkunjung

Tersambar KA Setelah Janji Berkunjung

Written By Angga Praditya on Sabtu, 27 Januari 2018 | 14.30.00

Lurah Karangpawitan Minta Pagar ke PT KAI 

KARAWANG, RAKA - Peristiwa mengenaskan terjadi Jumat (26/1) pagi sekitar pukul 10.52 Wib. Niatnya baik hendak bersilaturahmi mengunjungi kakak, tetapi nasib ternyata berkata lain. SF (17) warga asal Desa Bandarsari, Kecamatan Wey Tuba, Provinsi Lampung tersambar kereta api dan tewas justru sebelum sampai ke rumah kakaknya.
Informasi yang dihimpun Radar Karawang, korban baru dua hari berada di Karawang. Tidak ada yang mengetahui secara pasti awal kejadian mengenaskan itu. Masinis kereta api hanya mengatakan ada seseorang menempel di badan kereta saat kereta api melintas di perlintasan Kilometer 62. Informasi itu disampaikan setelah kereta api berhenti di Stasiun Kereta Api Kedunggedeh.
Namun, berdasarkan data lapangan sebelum masinis meminta petugas keamanan stasiun melakukan pengecekan terhadap senggolan yang dirasakannya di KM 62, informasi menyebutkan, korban saat itu dalam perjalanan ke rumah Ismanto, kakaknya yang menunggu di rumah karena korban janji akan berkunjung. Ketika itu korban terlihat melintas di depan kawasan prostitusi Seer, temasuk wilayah Kampung Jatirasa Tengah, RT 03/09, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat.
Entah bagaimana awalnya, saat bersamaan melintas kereta api Argo Parahyangan dengan nomor lambung KA 33 menuju arah Gambir, Jakarta. Kereta dari Bandung itu langsung menyambar korban yang ketika itu berjalan menuju perkampungan Jatirasa. "Ada permintaan dari masinis supaya memeriksa kereta api karena ada seseorang yang menempel di badan kereta api," ucap Kepala Regu Pengamanan PT KAI wilayah Dawuan, Klari, Karawang, Kedunggeduh dan Lemahabang A.Rosyid.
Jadi Kereta Api tersebut, terang Rosyid, Berhenti Luar Biasa (BLB) di Kedunggedeh. Dan, setelah permintaan itu, berdasarkan petunjuk masinis kemudian dilakukan pemeriksaan. Namun, setelah diperiksa terjadi tidak menemukan apa-apa. "Awalnya tidak ada apa-apa, tetapi kecurigaan ada. Dan kami baru menemukan jenazahnya tersangkut
dan nyelip dibawah samping rel kereta api setelah bagda Jumat," ucap Rosyid.
Rosyid memastikan kejadiannya korban tertabrak kereta api di perlintasan Kampung Jatirasa Tengah, sekitar pukul 10.53 Wib dan ditemukannya korban satu jam sesudah diketahui tertabrak kereta api. Sementara itu, Kakak korban yang datang ke lokasi. Ismanto sempat terkejut saat adiknya dikabarkan telah tertabrak kereta Api. "Dia bilang mau main ke saya, dia baru dua hari disini," paparnya.
Sementara itu juga Lurah Karangpawitan Lilis Kulsum yang datang ke lokasi, menghimbau warganya untuk tidak bermain berdekatan dengan perlintasan Kereta Api. Pihaknya mengkhawatirkan kejadian yang serupa terjadi. "Saya harap warga berhati-hati. Saya juga minta kalau bisa PT.KAI untuk dilakukan pemagaran disekitaran rel sehingga kemungkinan terjadinya hal serupa dapat diminimalkan," paparnya. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template