Tenggak Obat Batuk Dicampur Obat Nyamuk, Dua ABG Wadas Tewas OD! - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tenggak Obat Batuk Dicampur Obat Nyamuk, Dua ABG Wadas Tewas OD!

Tenggak Obat Batuk Dicampur Obat Nyamuk, Dua ABG Wadas Tewas OD!

Written By Admin Raka on Kamis, 18 Januari 2018 | 12.00.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - ABG tewas gara-gara minuman oplosan kembali terjadi. Kali ini racikan maut yang ditenggak oleh dua ABG asal Kecamatan Lemahabang adalah obat batuk dicampur lotion anti nyamuk, plus menghisap lem. Hasilnya, sudah pasti sempoyongan. Lalu over dosis.
Informasi yang diperoleh, dua remaja berinisal AG (16) warga Desa Pulokalapa dan BN (14) warga Desa Karyamukti, mengkonsumsi minuman tidak wajar itu di rumah kosong samping gerbang masuk Desa Pulokalapa, Senin (15/1) malam. Keesokan harinya, AG meninggal lalu disusul BN pada Rabu (17/1) siang.
Teman sekolah BN, Romi mengatakan, tidak jelas oplosan jenis apa yang dikonsumsi temannya tersebut. Namun, menurut informasi yang didengarnya, mereka mencampur minuman oplosan dengan lotion anti nyamuk serta obat batuk, ditambah menghirup lem. "Gak tahu sih apa yang diminum. Lokasinya di tempat biasa kumpul di rumah kosong, di Desa Pulojaya sebelum masuk Pulokalapa," katanya kepada Radar Karawang, Rabu (17/1) kemarin.
Ia melanjutkan, BM seharusnya duduk di bangku kelas IX SMPN 1 Lemahabang. Tapi sudah dikeluarkan. "Dia mengikuti program Paket B," tuturnya.
Sekretaris Desa Pulokalapa Anom membenarkan didesanya ada anak yang meninggal berinisial AG. Namun menurut keterangan orang tuanya, dia meninggal karena sakit. Sementara kabar yang tersiar menyebutkan AG meregang nyawa karena over dosis. "Iya, tapi sepengetahuan dari orang tuanya yang sehari-hari bertani, dia meninggal karena sakit," katanya.
Kepala Desa Karyamukti Idha Komara mengatakan, berdasarkan pengakuan teman-teman dua bocah itu, BN dan AG adalah teman setongkrongan. "BM fisiknya mungkin lebih kuat. Makanya setelah meminum oplosan masih bisa pulang ke rumah walaupun sempoyongan," ujarnya.
Namun pagi harinya, kata Idha, BM yang disebut jarang sekolah ini, terus di rumah karena menderita pusing. Bahkan, tidak mampu mengambil benda yang disodorkan padanya. Walaupun sesekali orang tuanya memberikan agar-agar. "Akhirnya nampak mengorok dan meninggal dunia pada Rabu pukul 13.00," tuturnya.
Dirinya belum tahu detil jenis obat dan minuman apa yang dioplos, karena saat kepolisian dari Polsek Lemahabang menawarkan otopsi, pihak keluarga menolaknya lewat pernyataan tertulis. "Almarhum dikebumikan Rabu sore di TPU Pojoksalam," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template