Target Imunisasi Difteri Belum 60 Persen - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Target Imunisasi Difteri Belum 60 Persen

Target Imunisasi Difteri Belum 60 Persen

Written By Admin Raka on Jumat, 12 Januari 2018 | 17.30.00

KARAWANG, RAKA - Tingkat kesadaran masyarakat Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, terbilang tinggi. Hal itu dibuktikan tingginya animo masyarakat terhadap sosialisasi yang disampaikan Puskesmas Karawang Kulon terkait imunisasi difteri di wilayah itu.
"Belum ada laporan yang sampai ke kita ada penyakit difteri di Karawang Kulon," ucap Kepala Puskesmas Karawang Kulon drg. Endah Purwanti M.K.M, Kamis (11/1) kepada Radar Karawang di kantornya. Sejak awal sosialisasi, tambah drg. Endah, warganya sudah langsung mengerti pentingnya imunisasi difteri. Bahkan sering terjadi dialog interaktif ketika berlangsung sosialisasi.
"Bentuk kesadaran warga terhadap pentingnya vaksin difteri diperlihatkan melalui keingintahuan warga terhadap penyakit tersebut. Terutama tentang gejala dan pencegahannya," ucap drg. Endah, dan menambahkan sudah hampir semua warga di Karawang Kulon tahu kalau difteri itu penyakit menular, sehingga jika ada warga yang kedapatan memiliki ciri-ciri gejala difteri langsung datang ke puskesmas.
Sementara dr.Rita Dewi menambahkan difteri penyakit yang terinvesi melalui bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Bahkan penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa. "Difteri itu menghasilkan racun dan komplikasi seperti penyumbatan pernapasan menghasilkan selaput tebal resikonya sangat berbahaya efeknya ke otot, jantung, ginjal yang di sebabkan bakteri," ujarnya.
Ada beberapa cara penularan yang perlu diwaspadai. Diantaranya terhirup percikan ludah penderita difteri di udara saat penderita bersin atau batuk. Karena itu  merupakan cara penularan difteri yang paling umum. Kemudian barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, contohnya mainan atau handuk. Selain sentuhan langsung pada luka borok, akibat difteri di kulit penderita, penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di lingkungan yang padat penduduk dan kebersihannya tidak terjaga.
Masih dikatakan dr. Rita, jika setelah anak diberikan imunisasi terjadi peningkatan suhu badan orang tua tidak boleh panik, bukan berarti anak tersebut melah menjadi sakit setelah diberikan imunisasi DPT, karena hal itu adalah efek samping dari penyuntikan difteri. "Terkadang susah dijelaskan jika beda pemahaman dan pengetahuan. Apalagi kalau sudah menjadi kepercayaan dan keyakinan," ungkapnya. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template