Tangisan Histeris Korban Kebakaran - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tangisan Histeris Korban Kebakaran

Tangisan Histeris Korban Kebakaran

Written By Angga Praditya on Kamis, 18 Januari 2018 | 12.30.00

Lihat Amukan Api, Yayu Terus Beristigfar
 
CIKAMPEK, RAKA - "Astagfirullah..astagfirullah.." Bacaan istigfar itu sesekali diucapkan oleh Budi Rahayu (50) untuk menenangkan batinnya, setelah rumah yang ditempatinya belasan tahun tiba-tiba tinggal puing diamuk si jago merah, sekitar pukul 11.00 WIB, Rabu (17/1) kemarin.
Perempuan paruh baya yang tinggal di Perumahan Bumi Mutiara Indah (BMI) I Blok D2 Nomor 19, RT 3/15, Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek, tidak kuasa melihat api menghabisi seluruh harta bendanya. Tangisan histeris korban pun terasa memilukan. "Saya korban kebakaran. Saya korban kebakaran," ucapnya.
Sembari ditenangkan puluhan warga, Yayu, biasa dia dipanggil, mengatakan awalnya sempat mencium bau tidak sedap di kios samping rumahnya. Yayu yang saat itu sedang memasak di dapur berusaha mencari tahu sumber bau tersebut. Namun karena kios itu tutup, dia pun memendam kecurigaannya. "Pas pagi juga saya bilang ke tetangga, pak Rudi. Ada bau gosong kayak gitu dari dalam kios. Cuma karena tertutup, jadi pas dilihat tidak bisa ke dalam. Tahunya beberapa jam kemudian api sudah besar di samping depan rumah saya," ungkapnya. 
Ia melanjutkan, api yang sudah membesar diketahuinya dari teriakan warga. Mendengar itu, dia lantas keluar rumah dan peristiwa yang tidak pernah diimpikannya itu terjadi. "Saya lagi masak di dapur, di rumah cuma lagi ada saya sama anak saya. Tiba-tiba warga teriak dari luar sambil bilang kebakaran. Pas keluar ternyata api sudah besar di depan samping rumah saya," tuturnya.
Saat itu, dia tidak sempat memikirkan barang berharga yang harus diselamatkan. Dalam benaknya hanya terbesit untuk menyelamatkan diri dan anak yang berada di rumah. "Saya langsung syok karena api sudah berkobar di depan," ujarnya.
Berkat bantuan para tetangga, kata Yayu, beberapa barang berhasil diselamatkan. Seperti kasur, TV serta pakaian. "Dokumen keluarga masih tertinggal di dalam. Begitu api dipadamkan, semua habis ikut terbakar tidak ada sisa," tuturnya.
Yayu juga belum memikirkan berapa jumlah kerugian yang dideritanya. Pemilik kios yang saat kejadian tidak ada di lokasi juga belum bisa dia hubungi. "Saya menduga disebabkan korsleting listrik di kios. Karena api awalnya berasal dari tiga kios itu. Salah satunya menjual produk kue dan air mineral," katanya.
Di lokasi yang sama, sepupu Budi Rahayu, Asgun menyampaikan, saat ini saudaranya terpaksa harus tinggal di rumah tetangga yang tidak jauh dari kediamannya.
"Saya ajakin tinggal di rumah saya tidak mau. Selain itu belum ada obrolan dengan pemilik kios, masih syok teh Yayu nya juga," pungkasnya. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template