Sopir Minibus Takut Tertimpah Batu Belah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sopir Minibus Takut Tertimpah Batu Belah

Sopir Minibus Takut Tertimpah Batu Belah

Written By Admin Raka on Sabtu, 20 Januari 2018 | 15.15.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Maraknya aktifitas truk pengangkut material tanpa penutup di jalan utama Badami Loji dipermasalahkan pengguna jalan. Pasalnya truk dengan kondisi begitu bisa memngakibatkan material yang diangkut terjatuh hingga bahayakan pengemudi di belakang dan pengguna jalan lainnya.
Seperti diutarakan Samsudin (44) sopir minibus asal Kabupaten Bekasi. Dia merasa ngeri jika berada tepat di belakang truk pengangkut material yang kelebihan beban angkut dan membawa material keras, seperti batu belah dan pasir karena khawatir barang bawaannya bisa saja terjatuh. "Kalau ada jalan berlubang dan materialnya terjatuh yang terjadi pasti mengenai pengguna jalan yang di belakangnya. Bisa saja hal itu terjadi," ucapnya.
Dirinya pun berharap, pemerintah tegas mengatasi persoalan tersebut. Lelaki yang sering bolak balik ke Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat itu menambahkan sering kali dirinya mendapati kendaraan yang tanpa penutup karena beban yang dibawa nya terlalu banyak. "Mestinya truk dengan muatan terlalu berat tidak boleh melintas, tapi ini seperti dibiarkan," tandasnya.
Di tempat terpisah Muhamad Asmawi (38) warga Desa Wanakerta mengingatkan pemerintah agar menyediakan petugas yang mengatur perihal beban angkut. Selama ini jalur Karawang Selatan memang jalur truk-truk yang kelebihan beban. Sayangnya, sampai saat ini tidak ada petugas yang mengawasi perihal tersebut. Diakuinya kelas jalan pun kini merupakan polemik yang belum jelas bagaimana solusi ke depannya.
"Hampir setiap hari jalan dilalui truk-truk berat dengan beban sepertinya melebihi tonase. Sayangnya dinas yang berkompeten di bidang itu tidak ada yang mengawasi, sehingga seperti santai adanya. Bahkan seperti seenaknya saja, dan persoalan jalan pun hingga kini belum ada kejelasan apakah jalan Karawang Selatan kelas 2 atau kelas 1, karena selama ini didominasi oleh truk-truk besar," kesalnya.
Tokoh Pemuda Desa Wanakerta Dedi Kurnaedi (38) yang juga pemerhati lingkungan di wilayah Kecamatan Telukjambe Barat menyampaikan jika Kabupaten Karawang kurang serius menyikapi persoalan jalan dan peruntukan di wilayah Karawang selatan. Diakuinya pembangunan memang membutuhkan sinergitas yang jelas, akan tetapi dirinya berharap pemerintah jangan salah kaprah dalam menyikapi persoalan tersebut.
"Sepuluh tahun silam Karawang Selatan mengalami persoalan jalan yang rusak. Harapan kami, hal itu jangan terulang kembali dan seharusnya pemerintah bisa mengambil sikap serius. Ini anggaran besar dan aset yang mesti dijaga. Masa mau kembali lagi ke zaman jalan yang rusak," tegasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template