SK Pensiun Telat, Guru Masih Terima Gaji - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » SK Pensiun Telat, Guru Masih Terima Gaji

SK Pensiun Telat, Guru Masih Terima Gaji

Written By Admin Raka on Rabu, 17 Januari 2018 | 12.00.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Gara-gara belum mendapatkan surat keputusan (SK) pensiun, sejumlah guru di Lemahabang harus tetap mengajar. Meski di akhir bulan tetap mendapatkan gaji selayaknya PNS aktif.
Guru SDN Pulojaya 1, Saepudin S.Pd mengatakan, masa tugasnya berakhir 7 Januari 2018. Namun, karena SK pensiun belum turun, dia tetap mengajar seperti biasa. "Mengajar terus juga gak enak, mau bagaimana, katanya masih diproses terus walaupun berkas sudah lengkap juga," katanya kepada Radar Karawang, Selasa (16/1) kemarin.
Guru PNS lainnya, Nata mengatakan, tanggal masa tugasnya bulan Februari. Namun dia belum menerima SK pensiun seperti PNS lainnya yang sudah mengantongi surat keputusan itu sebulan sebelum masa tugasnya berakhir. "Semoga SK yang belum turun bisa ada saat hari H nanti, tidak melebihi TMT (tanggal masa tugas) seperti yang dialami rekan lainnya," katanya.
Kepala SDN Pulojaya 1 Hj Yetty Maryati S.Pd mengatakan, di sekolahnya ada dua guru PNS pensiun dan tiga lainnya terdaftar sebagai calon kepala sekolah. Karena belum ada SK pensiun, dia tidak memiliki rencana untuk mencari guru baru. "Ngajar saja dulu seperti biasa, walaupun sudah pensiun lewat TMT. Tapi ya karena SK belum datang, kita belum berencana mengangkat guru baru," katanya.
Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Lemahabang Hj Sri Sudaryati S.Pd mengatakan, guru yang hendak pensiun sudah diajukan jauh-jauh hari. Tidak ada istilah berkas tidak lengkap, karena semuanya sudah dilengkapi. Namun khusus yang sudah pensiun 7 Januari kemarin, ada kekurangsempurnaan soal akta kelahiran anak. "Akibatnya, SK pensiun terlambat turun," ujarnya.
Namun, apakah ada pertimbangan lain dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), Sri mengatakan selama SK belum turun, dia sarankan agar pensiunan guru tersebut tetap mengajar. Sedangkan gaji pokok dan sertifikasinya juga masih turun seperti biasa. "Kecuali kalau SK sudah turun, baru pihak UPTD ajukan Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP) gaji," tuturnya.
Kabid Pengadaan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karawang Ahmad Taopik mempertanyakan pensiunan guru yang belum menerima SK pensiun. Karena menurut catatannya, guru yang pensiun 1 januari 2018 dan belum menerima SK pensiun sebanyak 4 orang. Hal serupa juga dialami PNS yang pensiun bulan Februari, kata Taopik kemungkinan ada berkas yang tidak lengkap. Dia menyarankan agar mempertanyakan kelengkapan berkas sebelumnya ke UPTD setempat.
Disinggung soal gaji maupun sertifikasi PNS yang sudah memasuki masa pensiun sementara SK pensiun belum turun, Opik mengatakan, sekalipun SK pensiun belum terbit, soal gaji otomatis distop tanpa ajuan SKPP. "Gaji otomatis distop, dari pada mengembalikan uang yang diterima ke negara, kasihan yang bersangkutan," tandasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template