Setahun 29 Ribu Orang Kehilangan Pekerjaan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Setahun 29 Ribu Orang Kehilangan Pekerjaan

Setahun 29 Ribu Orang Kehilangan Pekerjaan

Written By Admin Raka on Rabu, 24 Januari 2018 | 11.55.00

Pemkab Karawang Diminta Jaga Iklim Investasi

KARAWANG, RAKA - Dicap sebagai kota industri terbesar di Indonesia, ternyata tidak membuat para pekerja di Kabupaten Karawang aman dari ancaman pemutusan hubungan kerja.
Berdasarkan data yang diperoleh dari BPJS Ketenagakerjaan, tahun kemarin ada 29.637 orang yang kehilangan pekerjaannya. Rinciannya, pemutusan hubungan kerja 11.875 orang, mengundurkan diri 17.477 orang, dan pensiun 285 orang. "Pengambilan jaminan hari tua (JHT) senilai Rp 251,27 miliar didominasi oleh tenaga kerja yang mengundurkan diri dan PHK," ungkap Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Karawang Toto Suharto kepada Radar Karawang, Selasa (23/1) kemarin.
Ia melanjutkan, klaim JHT didominasi 233 perusahaan dengan tenaga kerja sebanyak 19.354 orang. Berdasarkan catatannya, selama tahun 2017 ada 18 perusahaan tutup, dengan jumlah tenaga kerja 1.904 orang. "Awal tahun ini saja sudah ada antrean calon pengambil JHT sekitar 5 ribu orang. Antara lain karena kena PHK di PT Dream Sentosa dan Indorama Polyster, dan habis kontrak di beberapa perusahaan," ungkapnya.
Tingginya gelombang PHK dan penutupan pabrik, kata Toto, tidak lepas dari upah minimum di Kabupaten Karawang yang tinggi. Akibatnya, jumlah tenaga kerja non aktif dari tahun ke tahun terus naik. "Tahun 2016 jumlah tenaga kerja non aktif atau berhenti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 810.784 orang. Sedangkan tahun 2017 ada 835.461 orang," tuturnya.
Meski banyak warga Karawang yang mengambil JHT, Toto mengklaim BPJS Ketenagakerjaan tidak merugi, karena yang dicairkan adalah jaminan hari tua atau tabungan pekerja. "Yang jelas peranan BPJS Ketenagakerjaan sebagai perpanjangan pemerintah untuk melindungi seluruh pekerja, kurang optimal," tuturnya. 
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang Suroto mengatakan, jumlah pekerja yang dipecat tahun 2017 tercatat 17.900 orang. Mereka rata-rata bekerja di perusahaan tekstil, sandang dan kulit. "Jika ditotal dengan pegawai kontrak, ada 30 ribu orang kehilangan pekerjaan," ujarnya.
Ia melanjutkan, banyaknya warga Karawang yang kena PHK tidak lepas dari tingginya upah minimum yaitu Rp 3,9 juta. "Kita sulit menahan (gelombang PHK), yang akhirnya ada sekitar 5 pabrik yang pindah ke Subang, Majalengka, dan daerah di Jawa Tengah. "Salah satu pabrikanya PT Suwo," tuturnya.
Sedangkan Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Kabupaten Karawang Fadludin Damanhuri mengatakan, pihaknya terus mempromosikan Karawang sebagai destinasi investasi. Tapi Pemerintah Kabupaten Karawang juga harus menjaga iklim invetasi. "Pemkab harus memberikan rasa nyaman dan aman kepada para pelaku usaha," ujarnya. (apk/psn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template