Sebelum Bangun Pedestrian Sterilkan Jalannya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sebelum Bangun Pedestrian Sterilkan Jalannya

Sebelum Bangun Pedestrian Sterilkan Jalannya

Written By Admin Raka on Rabu, 31 Januari 2018 | 17.15.00

KARAWANG BARAT, RAKA - Usulan agar mensterilkan sepanjang Jalan Bypass Ahmad Yani Karawang Barat sebelum dimulai proyek pedestrian mengemuka. Termasuk membebaskan ruas jalan itu dari angkutan kota  yang ngetem di pinggir jalan menunggu penumpang anak sekolah.
"Setiap hari angkot-angkot itu berjejer hingga puluhan meter. Jalan jadi sempit, sehingga arus kendaraan dari arah belakang jadi tertahan. Seharusnya dilakukan penertiban agar tidak memicu kemacetan," ucap Eko (30) pengendara motor asal Lingkungan Jatirasa, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, yang terjebak macet, Selasa (30/1) kepada Radar Karawang.
Paling tidak, seru Eko ada solusi sementara sebelum proyek pedestarian berlangsung. Misalnya mengoperasikan kembali truk pelajar. Sehingga siswa yang pulang sekolah bisa terpetakan dan tidak bertaburan ditengah jalan raya. "Coba sekarang dimana angkutan pelajar itu, ketimbang dibiarkan semakin rusak kan bisa dimanfaatkan," tambah Eko.
Bisa juga dengan memetakan angkot-angkot yang biasanya ngetem dipinggir jalan di satu tempat, tinggal pelajaranya yang mendatangi angkot. Sehingga tidak semerawut seperti sekarang. "Kalau sekarang ini bukan cuma macet dan semerawut tetapi sudah seperti terminal bayangan, terutama yang di depan SMAN 1 Karawang," ucapnya.
Sementara itu Dion (33) pengemudi angkutan umum trayek Karawang-Klari, mengaku sejauh ini tidak pernah ada larangan untuk berhenti di lokasi itu. Dan menurutnya,  banyak siswa yang tidak membawa kendaraan pribadi maka dia dan rekan-rekan sopir angkotnya sengaja menunggu mereka. "Daripada kita muter-muter tidak karuan mending kita menunggu pelajar pulang, toh kenyataannya ngetemnya tidak lama karena kita hanya menunggu mereka jam 12 siang sampai selesai mereka bersekolah, dan setelah itupun jalan akan kembali normal kok," tukasnya.
Fadli Nur Mardiansyah (16) siswa kelas XII SMAN 1 Karawang ditanya perihal keberadaan angkot angkot itu mengatakan, mereka memang membutuhkan angkutan umum itu untuk mengangkut mereka pulang. Dan memang sejak dulu angkutan umum itu systemnya di depan sekolahnya. "Tidak semua siswa membawa kendaraan pribadinya. Seperti saya yang mengggunakan angkutan umum," ucapnya.
Disinggung dampak yang ditimbulkan akibat angkot-angkot ngetem di depan sekolahnya, Fadli hanya mengatakan mestinya itu sudah menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Apalagi Jalan Ahmad Yani itukah jalan utama dan perlintasan langsung jalan di depan kantor bupati, harusnya sudah bebas kemacetan.
Berdasarkan pantauan Radar Karawang bagian jalan yang digunakan sebagai tempat mangkal angkot mencapai sekitar 50 meter. Sedang jumlah angkot yang ngetem bisa sebanyak 30 kendaraan dan menggunakan separuh jalan dengan kondisi tebal parkiran hingga mencapai dua lapis. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template