SDN Malangsari 2 Belum Dibangun Juga - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » SDN Malangsari 2 Belum Dibangun Juga

SDN Malangsari 2 Belum Dibangun Juga

Written By Admin Raka on Selasa, 16 Januari 2018 | 15.15.00

Guru Tagih Janji Wakil Bupati

PEDES, RAKA- Paska ambruknya Sekolah Dasar Negeri (SDN) Malangsari 2 satu bulan lalu, hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan dibangun kembali. Padahal, Pemerintah Kabupaten Karawang melalui wakil bupati beserta pihak Bank BJB telah mengunjungi sekolah ambruk tersebut, dan berjanji akan melakukan pembangunan kembali di awal tahun 2018.
Lambatnya pembangunan tersebut, dikeluhkan oleh beberapa pihak, mulai dari wali murid hingga staf pengajar di sekolah tersebut. Dengan ambruknya gedung sekolah tersebut kegiatan belajar mengajar (KBM) sedikit terhambat. Sehingga pihak sekolah terpaksa memangkas jam pelajaran siswa dan memberlakukan sistem shift dalam kegiatan belajar.
Menurut salah satu staf pengajar SDN Malangsari 2 Agustiana, pada saat wakil bupati dan pihak Bank BJB yang saat itu berkunjung ke sekolah, berjanji akan segera membangun kembali gedung sekolah SDN Malangsari 2 yang ambruk menggunakan dana CSR Bank BJB. Namun, hingga saat ini belum ada survei apapun dari pihak yang bersangkutan. "Dulu pas kunjungan wakil bupati beserta pihak Bank BJB, katanya sekolah ini akan dibangun pada awal tahun 2018 atau Januari. Namun hingga saat ini belum ada realisasi, bahkan tak ada survei apapun," katanya kepada Radar Karawang, Senin (15/1) kemarin.
Dirinya berharap kepada pihak terkait, agar segera melakukan pembangunan yang pernah dijanjikannya tersebut, agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan normal kembali. Pasalnya, dengan memberlakukan dua shift ini dinilai kurang efisien terhadap fokus belajar siswa. Terlebih, pihak sekolah terpaksa memangkas jam pelajaran siswa. "Karena kelasnya ada 3 ruang, kalau pagi itu diisi kelas 1, 2 dan 3 sampai jam 10. Kelas 4, 5 dan 6 masuk setelah kelas pagi bubar. Saya rasa fokus belajar siswa berbeda ketika masuk pagi dan siang," ujarnya.
Hal senada dengan Agustiana, Tarmaedi guru kelas 5 mengatakan, 3 ruang kelas yang ambruk tersebut sebelumnya di bangun melalui rehab rekanan pada tahun 2013, dan menurutnya pembangunan tersebut dinilai kurang tepat. Karena, menggunakan kayu yang tidak dipilih sesuai kapasitasnya. Dirinya berharap, dalam pembanguna yang sudah di janjikan wakil bupati melalui CSR Bank BJB bisa lebih baik, sehingga tidak mengkhawatirkan para pengajar maupun siswa ketika berada di ruang kelas. "Saya harap bisa cepat di bangun, dan ketika di bangun pun menggunakan bahan-bahan yang kokoh," tandasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template