Sawah Mulyasejati Terinfeksi Kerdil Rumput - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sawah Mulyasejati Terinfeksi Kerdil Rumput

Sawah Mulyasejati Terinfeksi Kerdil Rumput

Written By Admin Raka on Rabu, 10 Januari 2018 | 18.22.00

Petani tak Ikut Program Asuransi

CIAMPEL, RAKA - Petani di wilayah Ciampel di musim tanam kali ini nampaknya harus lebih serius lagi dalam merawat dan menjaga tanaman padi di area pesawahanya. Pasalnya sudah ada 2 hektare sawah tepatnya di Desa Mulyasejati terinfeksi penyakit kerdil rumput yang bisa menyebabkan gagal panen.
Salah satu penyuluh pertanian di Desa Mulyasejati, Arda menyampaikan, dari luas area pertanian di wilayah Kecamatan Ciampel kurang lebih 800 hektare, diantaranya baru dua hektare sawah yang ditemukan terinfeksi penyakit kerdil rumput. Tanaman padi yang terkena penyakit tersebut dapat diketahui gejalanya pertama tanaman menjadi kerdil, jumlah anakan sangat banyak, tumbuhnya tegak, daunnya menjadi pendek, sempit, berwarna hijau pucat atau kekuningan dengan bercak-bercak berwarna cokelat, kadang-kadang muncul gejala belang. Tingkat kerusakan sendiri kata dia, ditentukan oleh varietas padi dan umur tanaman pada saat terinfeksi. "Pada umumnya semakin tua umur tanaman pada saat terinfeksi, semakin rendah persentase pertanaman yang rusak bahkan gejala penyakit tidak tampak sampai tanaman dipanin," tuturnya.
Dia juga menjelaskan, untuk mengurangi penyebaran penyakit kerdil rumput sendiri yaitu dengan cara mencabut dan membenamkan tanaman yang terinfeksi, sisa-sisa tanaman. Selain itu juga dapat dilakukan dengan cara sanitasi secara selektif terhadap tanaman yang diduga dapat berfungsi sebagai virus. "Semua petani harus sudah mengenali penyakit kerdil rumput ini agar mereka bisa mencegahnya terjadinya infeksi," jelasnya.
Tidak hanya itu, bahkan minimnya kesadaran para petani untuk mengikuti ansuransi pertanian yang merupakan program dari Kementerian Pertanian sendiri untuk wilayah Kecamatan Ciampel masih rendah. Terrcatat kata dia, untuk musim tahun ini belum ada sama sekali para petani yang mengikuti program ansuransi. "Kalau musim kemarin dari jumlah petani sebanyak ribuan ada 500 lebih petani yang aktif mengikuti ansuransi dengan membayar setoran sebesar Rp 36 ribu permusimnya," ungkapnya.
Padahal kata dia, dengan besaran uang yang dikumpulkan selama satu musim nanti untuk membantu para petani sendiri jika mengalami kegagalan panen. Namun sayangnya, tahun ini belum ada petani yang sadar untuk melakukan pembayaran iuran setiap musimnya itu. Maka jangan berharap bagi dia jika saat mengalami kegagalan panen nanti mereka mengharapkan ada ganti rugi dari pemerintah dalam bentuk asuransi pertanian. "Saya belum tahu apa masalahnya kenapa mereka tidak kembali mengansuransikan tanamannya, saya berharap dengan kondisi saat ini petani harus lebih rutin untuk melakukan perawatan pada tanamannya agar tidak terkena penyakit kerdil rumput," harapnya.
Sementara menurut salah satu petani yang ada di Desa Mulyasejati, Emu (47) mengaku bahwa dirinya sama sekali belum melakukan atau masuk dalam program ansuransi pertanian. Meski menurutnya bagus namun dirinya berharap untuk dijauhkan dari segala ancaman bahaya gagal panin. "Sendiri aja, nggak ikut ansuransi-ansuransi, bayar katanya," ungkapnya.(yna)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template