Satpol PP Geram - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Satpol PP Geram

Satpol PP Geram

Written By Admin Raka on Senin, 15 Januari 2018 | 18.30.00

Agus M: Kita Bukan Keranjang Sampah

KARAWANG, RAKA - SatUan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karawang mulai geram. Penegak Perda Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3) tidak sudi jika satuannya dianggap keranjang sampah yang harus bekerja sendiri melaksanakan ketertiban, keamanan dan kebersihan di kabupaten ini.
"Satpol PP bukan keranjang sampah yang harus bekerja sendiri," tandas Kabid penegakan perundang undangan, Agus M kepada Radar Karawang, akhir pekan (13/1) kemarin. Agus geram karena merasa tersudutkan untuk urusan spanduk, baliho dan pamflet-pamflet partai politik dan calon gubernur yang bergelantungan di pagar dan pohon-pohon sehingga mengotori Karawang.
Padahal persoalan itu semestinya juga menjadi pekerjaan dinas dan lembaga-lembaga terkait lain. "Pekerjaan itu tidak bisa dilakukan sendiri apalagi Satpol PP, karena satpol PP itu bekerja sesuai prosedur. Satpol PP hanya mendampingi itupun jika ada permintaan penertiban," tegas Agus di ruang Kasat Pol PP Asip Suhendar.
Hal lain yang juga kerap dialamatkan ke satuannya, Agus mencontohkan untuk persoalan anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng) di pertengahan kota Karawang. Itu pun bukan menjadi tanggung jawab Satpol PP, melainkan semua elemen organisasi perangkat daerah (OPD) yang harus bertindak. "Penegak perda itu bukan saja di Satpol PP, tetapi semua OPD. Contoh terkait anjal orang tahunya itu pekerjaan satpol PP, tapi itu juga sebetulnya tugas ada di Dinas Sosial. Kita penertibannya namun yang melakukan tindaklanjutnya itu kan Dinsos," ungkapnya.
Tetai kata Agus, sampai sekarang Dinsos terus beralasan belum punya rumah singah setelah pihak Satpol PP melaksanakan penegakan, dan diharapkan hal itu bisa kembali kepada tufoksi masing-masing. "Gepeng itu penertibannya harus bersinergis. Kalau kita Satpol PP tufoksinya penertiban perda K3 yang kemudian dengan pemberdayaannya itu ada Dinas sosial apakah sudah dilakukan atau belum setelah digiring ke Dinsos," paparnya, juga untuk penertiban-penertiban lainnya juga melibatkan kelembagaan terkait, termasuk menertibkan alat-alat peraga dan iklan bodong, ada kerjasamanya dengan bagian terkait.
Lanjut Agus, hal itu tinggal dari Dinsosnya seperti apa tindakanannya, namun kenyataan di lokasi kebanyakan balik lagi dengan alasan belum punya rumah singgah yang akhirnya dibebasin lagi kejalanan. "Artinya harus ada dorongan kuat dari Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang, khususnya Dinsos. Dengan kejadian bertambahnya orang gila kalau akan seperti apa jika hanya ditangkap tapi tidak dibina akan seperti apa, nangkap saja mah gampang," pungkasnya.
Masih dikatakan Agus dengan maraknya gepeng dan pengemis maka dalam waktu dekat ini Satpol PP akan lakukan kordinasi dengan Dinsos. "Kita akan cari wacana baru seperti apa, kalau sudah ada rumah singgah jika belumpun akan seperti apa. Yang jelas kan di OPD itu ada program," paparnya.
Agus menandaskan jika di masing-,asing OPD itu ada program dan jika belum terlaksana pengsiasatannya akan seperti apa agar persolan gepeng dan lainnya semua OPD bisa sama-sama menciptakan ketertiban keindahan dan keamanan. "Sekarang belum ada rumah singgah cara siasatinya harus seperti apa, kewenangan menertiban ada di kita tapi setelah itu diserahkan ke Dinsos untuk ditindaklanjuti," pungkasnya. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template