Satgas KTR Diminta Lebih Optimal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Satgas KTR Diminta Lebih Optimal

Satgas KTR Diminta Lebih Optimal

Written By Angga Praditya on Senin, 22 Januari 2018 | 15.15.00

TERLAMBAT lebih baik ketimbang tidak sama sekali. Agaknya prinsip ini pula yang diterapkan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang dalam memberikan pelayanan optimal kepada pasien. Setelah dikritik habis-habisan, rumah sakit itu kini gencar melakukan upaya untuk menciptakan lingkungan rumah sakit bebas asap rokok.
Untuk itu manajemen RSUD, beberapa waktu lalu membentuk Satuan Petugas (Satgas) Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Satgas ini diminta bisa bekerja lebih optimal melakukan patroli dilingkungan rumah sakit guna membersihkan rumah sakit itu dari asap rokok. Selain mendorong sikap tegas untuk melaksanakan sanksi bila diperlukan disamping teguran secara persuasif kepada pengunjung rumah sakit agar tidak merokok dilingkungan rumah sakit.
Penerapan Kawasan Tanpa Rokok merupakan upaya perlindungan yang diberikan rumah sakit kepada pasien agar tidak tersentuh asap rokok sehingga proses penyembuhannya bisa lebih cepat. Dalam satu hari Satgas tersebut melakukan jadwal inspeksi secara rutin. "Sehari kami patroli sampai 10 kali keliling lingkungan rumah sakit. Hasilnya efektif karena bisa meminimalkan aksi merokok yang dilakukan pengunjung di lingkungan rumah sakit," ungkap anggota Satgas KTR Bidan Sri Endang Skp. SKM.
Dikatakannya, Satgas Kawasan Tanpa Rokok dibentuk oleh RSUD melalui SK Kepala RSUD Karawang. SK berupa himbauan untuk tidak merokok di lingkungan rumah sakit ini dinilai efektif karena bukan saja bagi perokok aktif dan penyuluhan bagi warga yang menjadi perokok pasif agar senantiasa memberikan teguran agar tidak merokok di kawasan RSUD Karawang.
Masih dikatakan Sri, himbauan itu penting untuk membantu terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, aman dan nyaman, juga memberikan perlindungan bagi masyarakat bukan perokok. "Kita akan terus melakukan sosialisasi hingga teguran kepada masyarakat khususnya bagi pegawai rumah sakit dan keluarga pasien untuk tidak merokok di area tersebut. Harapan saya ke depannya peran serta semua elemen profesi di RSUD Karawang berperan aktif dalam sosialisasi penerapan Kawasan Tanpa Asap Rokok karena udara segar adalah milik kita semua," tandasnya.
Sri mengatakan rumah sakit harus bebas rokok karena dampak rokok luar biasa. Belum yang perokok pasif akan lebih besar mendapat resiko dari hasil asap perokok aktif. Selain itu, jika perokok membuang asap sembarangan atau didalam kamar, selama tiga hari itu racun asap rokok masih ada. "Jadi tidak heran, jika ada bayi lahir cacat semntara ibunya tidak merokok. Setelah ditelusuri yang perokok ayahnya dan ternyata yang justru langsung terkena dampak penyakit akibat asap rokok justru bayi yang tidak sedikit cacat lumpuh atau sebagainya akibat asap rokok. Hal ini yang mendasari sosialisasi saya. Selain itu memang rumah sakit harus bebas dari rokok," ucapnya.
Sri mengakui, selama menjadi satgas anti rokok prilaku perokok memang selalu mencuri-curi. Seperti banyak ditemukan saat dilakukan patroli keliling, tidak sedikit perokok yang ngumpet-ngumpet merokok diarea ruang rawat inap. Seperti disamping atau lorong. Ini secara kesehatan membahayakan terhadap pasien dan pengunjung yang tidak merokok masih saja terkena dampaknya meski berada di ruamh sakit.
Humas RSUD Karawang Ruhimin saat dimintai tanggapan terkait keberadaan satgas anti rokok mengatakan hal tersebut bukan untuk melarang pengunjung merokok, tapi sebagai upaya RSUD Karawang membebaskan area RSUD Karawang bebas asap rokok. "Untuk pengunjung bebas merokok asal tidak sembarangan dan area RSUD Karawang harus dijaga bebas asap rokok," ungkapnya. (ari)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template