Sampah Karawang Dikelola Swasta, PAD Sampah Mengalami Kebocoran - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sampah Karawang Dikelola Swasta, PAD Sampah Mengalami Kebocoran

Sampah Karawang Dikelola Swasta, PAD Sampah Mengalami Kebocoran

Written By Admin Raka on Jumat, 12 Januari 2018 | 17.00.00

KARAWANG,  RAKA - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menggandeng pihak ketiga untuk melakukan monitoring sampah di wilayah perkotaan Karawang dan kota kecamatan. Diharapkan melalui kerjasama itu kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor sampah bisa diminimalkan.
"Kita kerjasama soal sampah dengan cara swastanisasi seperti di bandung. DLHK menyerahkan pengelolaan ke swasta untuk melakukan kajian penelitian dan patroli Pengendalian sungai," ujar Kabid Kebersihan DLHK Nevi Fatimah kepada Radar Karawang, Kamis (11/1) di ruang kerjanya.
Kata Nevi, pengelolaan sampah sistemnya sekarang ini berbentuk evaluasi, monitoring dan teknik pelaksanaan kebersihan dilapangan. Sistem itu diberlakukan agar retribusi sampah bisa lebih maksimal sehingga bisa memicu peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor sampah. "Kita sadari masih ada kebocoran PAD ditingkat bawah. Maka perlu bantuan pihak lain melakukan pemantau pengelolaan sampah. Sejauh ini hasilnya sudah membaik," ungkapnya.
Meski demikian Nevi mengakui saat ini masih tahap uji coba dan baru dilakukan untuk wilayah sekitar perkotaan Karawang dan kota Kecamatan Rengasdengklok. Selama dua minggu ini hasil cukup baik.  "Selama dua minggu sekali dilaporkan untuk di perkotaan Karawang dan hasilnya sangat bagus. Kita juga memantau di grup monitor," ujar Nevi.
Nevi sendiri tidak menyangkal jika selama ini pihaknya kerepotan menangani masalah sampah di Karawang. Apalagi DLHK sendiri sejauh ini kekurangan sumber daya manusia (SDM) sehingga kurang dalam melakukan pembinaan terhadap THL. "Armada kita serahkan ke petugas kita, dan pembinaan diserahkan ke swasta. Tetapi menyangkut petugas nakal kebijakannya ada di DLHK," ungkapnya.
Nevi tidak menyangkal kalau masih ada petugas nakal di lingkungan dinasnya. Misalnya, dari perintah mengangkut sampah dua rit sehari tetapi di lapangan hanya melakukan pengangkutan satu rit sehari. Sehingga banyak masyarakat yang mengeluhkannya. Namun setelah dilakukan kerjasama hal itu tidak kembali terjadi. "Petugas tidak akan di berhentikan selama mengikuti aturan dan sistem yang ada, sekalipun ada THL yang nakal. Contoh dalam satu bulan cuman beberapa kali saja masuk kerja, namun setelah dikelola swasta dengan penegasan kinerja sudah bisa lebih dimaksimalkan," paparnya.
Nevi juga mengingatkan masyarakt untuk bisa membuang sampah ditempat-tempat yang telah disediakan. Karena sejauh ini banyak ditemukan yang membuang itu masih dimana saja sehingga timbul yang namanya tempat pembuangan sampah liar. "Harapan saya setiap perumahan itu ada bank sampah, agar dapat lebih maksimal mengelola sampah organik dan non organik," ungkapnya.
Tidak cuma  disitu, Nevi bahkan memperingatkan pengelola sampah jangan ada sampah perumahaan yang di buang di TPS tetapi harus langsung dibuang ke TPA Jalupang.
"Masih banyak terjadi pelanggaran karena itu kita mengingatkan. Apalagi sesuai perda no 9 tahun 2017 tentang pengelolaan sampah, jika membuang sampah sembarang akan di hukum 3 bulan penjara dan denda 30 juta," paparnya. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template