Sabtu Divaksin, Rabu Meninggal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sabtu Divaksin, Rabu Meninggal

Sabtu Divaksin, Rabu Meninggal

Written By Angga Praditya on Jumat, 12 Januari 2018 | 12.05.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Entah apa penyebab pasti yang membuat siswi kelas IV SDN Kedawung 1, Tearsya Khariztiani (11) meninggal setelah divaksin difteri beberapa hari sebelumnya. Namun, putri dari Sardi (40) itu mengalami diare hebat, lemas dan pendarahan usai divaksin di sekolahnya, Sabtu (6/1).
Tetangga korban di Dusun Lampean II Desa Kedawung, Wayim mengatakan, Tearsya disuntik vaksin sejak hari Sabtu (6/1) di sekolah. Memang, kata keluarga korban, Tearsya tidak pernah disuntik, apakah karena memiliki riwayat penyakit atau tidak. Yang jelas setelah divaksin, anak yang ibunya sedang di Arab Saudi ini normal saja, hanya mulai terasa lemas sejak malam harinya, bahkan sampai pendarahan di bagian vitalnya seperti menstruasi.
Gejala lainnya, nafas Tearsya kabarnya terasa sesak seperti dicekik. Entah ini akibat vaksinasi, atau memang faktor lainnya, yang jelas sejak Senin (8/1) Tearsya dibawa ke Klinik Wadas Medika dan dirujuk ke RSUD pada Selasa (9/1). Namun nasib berkata lain. Tearsya meninggal dunia pada Rabu (10/1) pagi dan dikebumikan kembali di kampung halamannya. "Sudah divaksin, baru terasa malam harinya seperti muntaber, pendarahan juga seperti menstruasi, dan akhirnya wafat," katanya kepada Radar Karawang.
Wayim menambahkan, pihak keluarga pasrah atas kejadian tersebut. Meski sempat kebingungan, karena kematian anaknya didatangi petugas Dinas Kesehatan, kepolisian dan tim lainnya untuk memastikan apakah benar akibat vaksin difteri. Sejauh ini belum ada jawaban detil dari RSUD. "Keluarga sih pasrah saja, hanya kaget didatangi tim medis dan kepolisian," katanya.
Kepala SDN Kedawung 1 Uus Usmara S.Pd mengatakan, semua siswanya divaksin difteri hari Sabtu. Dari 50 siswa kelas IVa dan IVb, semuanya normal saja setelah divaksin, termasuk anaknya sendiri dan adik kelas Tearsya di kelas III. Apakah si anak punya riwayat penyakit lain sebelum divaksin atau tidak, dan apakah ada pemilahan dan sosialisasi dulu dari pihak Puskesmas mana siswa yang sakit atau sehat, dia tidak mengetahui. Sepengetahuannya, Tearsya adalah anak yang rapi dan bersih. "Yang lain normal saja setelah divaksin, termasuk anak saya," katanya.
Uus menambahkan, saat ditanyakan ke teman-teman sekelasnya, setelah divaksin, Tearsya makan seblak pedas hingga ladanya over, ditambah lagi
situasi di rumahnya selalu dekat unggas karena bapaknya pedagang burung. "Saat Teasrya sudah mengalami muntaber, bapaknya sedang tidak ada di rumah karena mancing, dan membiarkan muntaber yang diderita Tearsya beberapa hari," ujarnya.
Dihubungi, Kasubag TU UPTD Puskesmas Lemahabang H Anwar Sanusi mengatakan, anak yang meninggal di Desa Kedawung itu bukan pengidap difteri, dan soal penyebab kematiannya masih diteliti. Karena secara medis, tidak ada dampak vaksin pada sasaran mengalami gejala yang dialami oleh Teasrya. "Kami tidak bisa menyimpulkan terlebih dahulu soal ini," ujarnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template