Rustandie Menggugat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Rustandie Menggugat

Rustandie Menggugat

Written By Angga Praditya on Senin, 15 Januari 2018 | 11.00.00

KPU Purwakarta Dilaporkan ke Panwaslu 

PURWAKARTA, RAKA - Perhelatan pemilihan bupati di Kabupaten Purwakarta memanas. H Rustadi salah satu bakal calon bupati Purwakarta, menggugat keputusan KPU Purwakarta yang menolak berkas pencalonan dirinya yang berpasangan dengan Dikdik Sukardi.
Bukan hanya itu, dia juga berencana melaporkan Bawaslu Jawa Barat ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), karena dengan sesumbar Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat Harminus Koto, yang menyatakan bahwa keputusan KPU Purwakarta sudah benar. "Itu terlalu prematur. Berkas saja belum diproses, malah sudah berbicara di berbagai media seolah-olah Bawaslu sudah memutuskan," kata Rustandie usai menyerahkan berkas penyelesaian sengketa pemilu kepada Panwaslu Purwakarta, di Kantor Panwaslu Purwakarta, Jalan Basuki Rahmat Sindangkasih, Sabtu (13/1) petang.
Terkait penyerahan berkas ke panwaslu, Rustandie mengatakan, pihaknya menempuh jalur sesuai dengan mekanisme yang ada. "Kami menjalani tahap pengajuan penyelesaian sengketa. Kami tegaskan tidak ada double SK seperti yang dikatakan KPU Purwakarta. Pasalnya, itu (SK pertama) sudah dijawab oleh SK pencabutan oleh DPP (Hanura). Selain itu, juga ada SK pengambilalihan kewenangan DPC oleh DPP. Sehingga saat DPC menyerahkan SK (pertama) itu sebenarnya sudah tidak ada kewenangan," katanya.
Rustandie yang hadir didampingi Dikdik Sukardi dan tim kuasa hukum yang berjumlah 6 orang mengaku optimis akan memenangkan gugatan. "Tim advokasi sudah menyiapkan segala-galanya," ucapnya.
Sementara, ditemui di tempat yang sama Ketua Panwaslu Purwakarta Oyang Este membenarkan telah menerima kedatangan rombongan pasangan calon Rustandie-Dikdik, yang membawa dokumen gugatan sengketa pilkada. "Berkasnya masih ada beberapa hal yang harus dilengkapi. Sesuai peraturan, kami menyediakan waktu selama tiga hari kerja, karenanya kami tunggu sampai Senin (15/1)," ujarnya.
Apabila berkas sudah lengkap, sambungnya, maka pihaknya menjadwalkan penyelesaian sengketa. "Panwas akan memanggil pihak permohon dan pihak terkait lainnya. Ada pun hasilnya nanti bisa memperkuat keputusan KPU atau sebaliknya, menguatkan permohonan pemohon," kata Oyang.
Disinggung bila keputusan panwaslu menguatkan KPU, Oyang menjawab Rustandie bisa menempuh jalan selanjutnya, yakni gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). "Apabila keputusannya sebaliknya, maka pemohon bisa melanjutkan pencalonannya. Dan sesuai amanat undang-undang, panwas memiliki kewenangan untuk memutuskan," pungkasnya.
Sekadar diketahui, sebelumnya, di hari terakhir penutupan pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati Purwakarta periode 2018-2023 yang digelar KPU setempat berakhir ricuh. Pasalnya, berkas paslon Rustandi dan Dikdik Sukardi yang diusung oleh Partai Gerindra dan Hanura dianggap bermasalah, setelah KPU setempat melakukan penelitian berkas. Penyebabnya, ada dua surat keputusan dari Partai Hanura yang datang ke KPU Purwakarta. Pertama, paslon Anne Ratna Mustika dan H Aming datang pada Rabu (10/1) pagi dengan membawa SK usungan dari partai Hanura. Kemudian malam harinya, rombongan paslon Rustandi dan Dikdik Sukardi juga membawa SK pengusungan dari Partai Hanura. Alhasil, pihak KPU menolak menerima pendaftaran paslon terakhir, karena SK pertama sudah terlanjur dijadikan acuan untuk pasangan Anne-Aming. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template