Puskesmas Curug Terendam - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Puskesmas Curug Terendam

Puskesmas Curug Terendam

Written By Angga Praditya on Jumat, 05 Januari 2018 | 12.15.00

Pelayanan Ditutup, Kecuali Darurat

KLARI, RAKA - Memasuki musim penghujan, rasa takut juga menghantui sejumlah petugas pelayanan kesehatan serta pasien yang berada di Puskesmas Curug, Kecamatan Klari.
Ketakutan itupun semakin menjadi-jadi saat hujan terus mengguyur wilayah Klari, dari pukul 16.00 WIB hingga 23.00 WIB, Rabu (3/1). Pasalnya, letak puskesmas lebih rendah dibanding jalan raya membuat air hujan mengalir ke tempat layanan kesehatan tersebut. "Hujannya tidak berhenti-berhenti. (air) pertama masuk ke ruangan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar), barang-barang juga sempat dinaikan ke atas meja," ungkap Kepala Puskesmas Curug H Enjum Sukirman kepada Radar Karawang.
Bagi dia, ancaman banjir sudah biasa dihadapi para petugas kesehatan Puskesmas Curug. Hampir setiap tahun di bulan Januari sampai Februari menjadi langganan banjir. Maka tak heran jika para petugas harus lebih bekerja ekstra untuk melakukan pelayanan. "Lokasi puskesmasnya di bawah, jadi air semuanya masuk ke dalam," tuturnya.
Lebih takutnya lagi, kata dia, jika sudah masuk musim hujan banjir akan terus mengancam setiap hari. Belum lagi luapan air yang berasal dari kiriman Cigelam, Karanganyar, Indobarat Purwakarta serta luapan Citarum. "Sedangkan untuk aliran air sendiri selalu menyempit di belakang PT GRC dekat puskesmas," tuturnya.
Berbicara kerugian, Enjum mengatakan gedung puskesmas sudah mengalami kerusakan. Gedung PONED kotor, gudang barang, alat-alat pemeriksaan gigi, obat-obatan di apotek puskesmas, vaksin, ATK , arsip serta yang lainnya rusak. "Ini rutin loh setiap musim hujan. Setiap petugas bahkan saya juga takut kalau ada kondisi seperti ini terus, belum lagi pasien yang tinggal disini," ucapnya.
Untungnya saat malam kemarin tidak ada satu pasien yang tinggal di puskesmas. Namun paginya, sebelum bersih-bersih, ada pasien yang mau melahirkan dan terpaksa harus tinggal di puskesmas. "Semoga saja tidak hujan dan banjir, yang menjadi korban pasien nanti," jelasnya.
Ia melanjutkan, meski dalam kondisi banjir serta ruangan yang kotor, sejumlah pelayanan yang bersifat urgen tetap dibuka. Sedangkan untuk pelayanan lainnya semetara ditutup. "Tadinya kita tutup dulu, kecuali memang urgen seperti pasien yang baru datang tadi pagi mau hamil, jadi dibuka lagi pelayanan. Soalnya masih kotor bangunannya," ungkapnya.
Dirinya berharap Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Kesehatan bisa segera merelokasi puskesmas yang sebelumnya akan dipindahkan ke lokasi di dataran yang lebih tinggi. Tepatnya di Pasar Munjul, Desa Curug. Namun karena harus melalui berbagai prosedur pemindahan, relokasi jadi tertunda. "Saya juga tidak tahu, kemarin rencananya tahun 2017 akhir akan dipindahkan. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan juga, kalau bisa sesegara mungkin," harapnya.
Seorang keluarga pasien, Omah, warga Dusun Munjul RT 03/02, Desa Curug, Kecamatan Klari, mengaku saat masuk ke puskesmas, air masih setinggi lutut kaki. Namun karena harus tetap melakukan perawatan, mau tidak mau dirinya meminta kepada sejumlah petugas untuk bisa memberikan pelayanan. "Tadi pagi mah masih tinggi, saya juga ikut bantu bersih-bersih puskesmas, yang penting anak saya bisa melahirkan dengan baik dan sehat. Semoga pemerintah mau melihat kondisi masyarakat di pelosok seperti kami," pesannya.(yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template