Puluhan Anggota PPS Kembalikan ATM BTN - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Puluhan Anggota PPS Kembalikan ATM BTN

Puluhan Anggota PPS Kembalikan ATM BTN

Written By Admin Raka on Jumat, 26 Januari 2018 | 12.15.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Kesal karena honor belum kunjung diterima, 33 Panita Pemungutan Suara (PPS) dan 33 sekretariat PPS bersama Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Lemahabang, beramai-ramai mendatangi Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Karawang, Jalan Kertabumi, Kamis (25/1).
Ketua PPK Kecamatan Lemahabang Elam Jajang Lesmana mengatakan, banyak anggota PPS belum menerima ATM sebagai alat untuk mencairkan honor. Bahkan, yang sudah memiliki ATM BTN pun belum diaktivasi. "Mesin ATM nya menolak alias tidak cocok, sehingga diarahkan untuk ke costumer service," ungkapnya kepada Radar Karawang. 
Parahnya sebut Elam, para anggota PPS justru harus membuka rekening dari nol lagi. Karena harus membawa lampiran identitas kependudukan seperti kartu keluarga. Padahal, syarat pembukaan rekening dan ATM sudah diberikan jauh-jauh hari. Atas dasar itu, pihaknya bersama 66 petugas PPS dan kesekretariatan di Lemahabang menyerahkan kembali ATM yang sudah diterima. "Jangankan honor yang turun, aktivasi saja yang didapati adalah kesulitan. Apalagi di beberapa kecamatan tak sedikit yang justru ATM nya juga belum dikeluarkan. Aktivasinya ruwet minta ampun," katanya.
Protes ini sebut Elam, bukan saja datang dari Lemahabang, tetapi juga dari Karawang Timur dan kecamatan lainnya yang sama-sama mendatangi BTN. Solusinya, PPK dan PPS se-Lemahabang menolak pembayaran honor melalui ATM aktivasi semacam itu. Dan memilih agar dikirim langsung oleh BTN ke PPK untuk didistribusikan langsung ke PPS. "Gubernur sudah mengimbau agar pilgub ini jangan tersendat, apalagi persoalan administrasi dan keuangan yang jadi hak para penyelenggara pilgub," tuturnya.
Ia melanjutkan, seharusnya KPU Karawang bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Jangan sampai semerawut seperti ini. "Urusan keuangan saja mangkraknya jadi seperti ini," ungkapnya.
Kalip, anggota PPS Desa Lemahmukti mengatakan, sebelumnya dia pernah mendatangi kantor BTN di Pancawati untuk aktivasi ATM yang diterimanya. Namun ditolak oleh mesin ATM, sehingga diarahkan ke costumer service. Hasilnya harus daftar lagi dari nol, karena diminta membawa syarat seperti kartu keluarga hingga nama ibu. "Padahal saat pengajual awal sudah melengkapi syarat yang diminta," tuturnya. 
Dia merasa heran kenapa KPU Karawang menunjuk BTN. Padahal jika kerjasama dengan bank lain seperti BJB, BRI atau Mandiri, mungkin tidak sesemrawut seperti ini. "Kita aktivasi saja dipingpong terus, mending kalau ATM sudah ada isinya. Ini mah masih kosong repotnya minta ampun," katanya.
Anggota PPS Desa Kedawung Ahmad Sapei mengatakan, pihak bank menyatakan jika honor untuk anggota PPS belum masuk ke BTN. Padahal menurut informasi yang diterimanya, honor dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah masuk ke KPU Karawang. "Masa iya operasional PPS dan PPK cair, sementara honor tidak cair. Logikanya dari mana? Gak singkron jawabannya berbelit. Parahnya saat didesak membuat surat pernyataan belum menerima dana dari KPU, jawaban BTN juga berbelit. Makanya kita serahkan ATM ini ke BTN," katanya.
Ketua PPK Kecamatan Tempuran Aceng Kasum Sanjaya mengatakan, setelah di BTN, pihaknya mendatangi KPU Karawang untuk mempertanyakan honor PPK dan PPS. "Insya Allah, katanya Jumat ini kelar semua pendistribusian. Kemarin baru Dapil II dan Klari yang sudah didistribusikan," katanya.
Disinggung ATM, Aceng menyebut Senin nanti pencairan bisa menggunakan ATM. Hanya untuk Lemahabang, ATM nya dikumpulkan ke BTN. "KPU sudah siap menyanggupi pencairan hingga Senin nanti, hanya saja BTN masih belum siap, karena tabungan masih belum terdistribusi semua," ujarnya.
Perwakilan BTN Cabang Karawang Virny mengatakan, belum ada diskusi lanjutan menyikapi hasil pertemuan dengan PPS dan PPK bersama KPU. Adapun soal penyerahan ATM kepada BTN sudah diklarifikasi. "Tadi bukan ramai penyerahan ATM, tapi klarifikasi perihal proses pencairan dana honornya saja," ujarnya.
Disinggung desakan pencairan honor PPS dan PPK, Jumat (26/1) dan Senin (29/1), Virny menyebut Jumat dan Senin adalah pembagian buku tabungan serta ATM. "Kalau pencairan masih menunggu instruksi KPU," tuturnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Sekretaris KPU Karawang Gerry Sigit Syamroni belum memberikan pernyataan resmi. Telepon maupun pesan singkat belum berbalas. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template