Petani Sudah Tidak Perlu Potong Padi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Sudah Tidak Perlu Potong Padi

Petani Sudah Tidak Perlu Potong Padi

Written By Angga Praditya on Kamis, 04 Januari 2018 | 18.00.00

Menteri Amran Perkenalkan Truk Canggih Pemotong Padi

KARAWANG, RAKA - Petani tidak perlu lagi berusah payah memotong batang padinya setiap kali panen. Bahkan merontokkan padinya untuk mengambil gabahnya. Sebab, dengan traktor Combine Harvester (truk pemanen kombinasi) petani sudah langsung mendapatkan butir-butir gabahnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperkenalkan truk pemanen padi kombinasi itu Rabu (3/1). Dia menurunkan truk itu di pesawahan di wilayah Kelurahan Tangjungpura, Kecamatan Karawang Barat dan memperkenalkan namanya sebagai truk pemanen kombinasi (Combine Harvester). Melalui truk itu menteri optimis dapat meningkatkan hasil pertanian di Kabupaten Karawang.
"Saya sempat mendengar kalau di kota ini tidak ada masa panen dan saya tidak percaya itu. Yang saya harapkan kota ini menjadi lebih baik agar dapat terus mendorong supaya Indonesia tetap menjadi daerah swasembada pangan," ujarnya kepada Radar Karawang, Rabu (3/1). Bahkan Menteri Amran langsung turun tangan mengajarkan cara mengoperasikan truk pemanen padi itu dengan cara mengemudikannya langsung.
Menteri Amran tidak ingin petani hanya menjadi penonton.
Ia berharap, dengan menggunakan alat berteknologi tersebut lahan pertanian yang ada bisa dioptimalkan.
"Kita ingin membangunkan raksasa tidur lahan pasang surut, lahan tadah hujan. Melihat potensi di Kabupaten Karawang yang sangat luar biasa untuk menjadi lahan pertanian yang bisa panen tiga kali dalam setahun," ujarnya.
Sehingga lanjut Andi pihaknya sudah bisa mengatakan jika Indonesia sudah bisa masuk swasembada pangan. Dimana dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Indonesia tidak lagi impor beras setelah merancang sistem pertanian modern.
"Jika pertanian dulu di bulan November-Desember-Januari adalah musim paceklik tidak ada panen, kita rubah agar di bulan tersebut tidak paceklik sampai kami membentuk tim upsus (upaya khusus)," ungkapnya. Caranya lanjut Amran dengan perbaiki irigasi dan bendungan, memberikan bantuan bibit unggul serta asuransi kepada petani. "Kita harus kreatif dengan memikirkan bagaimana mngahadapi paceklik itu, dan caranya adalah membangun embung, irigasi serta memperbaiki pompa-pompa sungai. Mimpi kami untuk Indonesia adalah kami yakin Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia," paparnya. (apk)

Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Mau beli ginjal atau ingin menjual ginjal? Apakah kamu
    mencari kesempatan untuk menjual uang ginjal Anda karena itu
    Keruntuhan keuangan dan Anda tidak tahu harus berbuat apa, hubungi kami
    Hari ini kami menawarkan dosis ginjal yang baik. Nama saya adalah
    Dr. Daniel adalah seorang nephrologist di UBTH Medical Center. Milik kita
    Klinik mengkhususkan diri dalam operasi rumah sakit dan kami juga menangani pasar
    dan transplantasi ginjal dengan donor yang sesuai.
    Kami berada di India, Turki, Nigeria, Amerika Serikat, Malaysia. Jika Anda memiliki
    Yang berminat menjual atau membeli ginjal, jangan ragu
    hubungi kami melalui email

    E-mail: Doctordaniel95@outlook.com atau Doctordanielben@gmail.com
    Nomor Whatsapp: +2349028230916

    Salam Hormat.
    Dr. Daniel

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template