Petani Pulojaya Sekolah Pengendalian Hama - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Pulojaya Sekolah Pengendalian Hama

Petani Pulojaya Sekolah Pengendalian Hama

Written By Angga Praditya on Jumat, 26 Januari 2018 | 18.15.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Sebelas Kelompok Tani (Poktan) di Desa Pulojaya, Kecamatan Lemahanang secara mandiri menggelar Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT). Kegiatan yang diinisiasi Gapoktan Muncul Jaya di Dusun Sentul 2 RT 03 ini, membahas tentang pertumbuhan tanaman padi, mulai persemaian sampai masa panen.
Ketua Gapoktan Muncul Jaya, Desa Pulojaya Mahmud mengatakan, SLPHT ini diinisiasi secara Swadaya dan satu-satunya di kecamatan Lemahabang. Dasarnya, sebut Mahmud karena petani yang beberapa kali nyaris gagal panen akibat kerdil rumput dan wereng batang coklat (WBC) merasa perlu untuk ada pendampingan selama masa pertanaman padi di musim ini.
Kurikulum yang diambil disesuaikan dengan keinginan para petani. Selain teori petani juga diajarkan praktek lapangan dalam setiap perkembangan tanaman yang saat ini sudah memasuki 45 hari setelah tanam (HST) di lahan seluas 28 hektar. Hasilnya, pendampingan bersama Balai Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (BPOPT) ini terus berjalan sekurang-kurangnya dua minggu sekali. "Kita tidak ingin petani terus mengalami gagal panen, karenanya Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu ini setidaknya bisa meningkatkan produksi gabah di musim saat ini," katanya.
Mahmud, menambahkan kegiatan SLPHT ini lebih kepada sistem bottom up, dimana para petani diberi keleluasaan penuh untuk memberikan saran, rekomendasi hingga penjadwalan selama tujuh kali pertemuan. Tinggal para pejabat di lingkungan UPTD pertanian, penyuluh, BPOPT memberikan penyesuaian dan pendampingannya untuk keberhasilan produksi gabah lewat SLPHT.
Sementara itu Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Lemahabang Dedi mengatakan Gapoktan Muncul Jaya ini menjadi satu-satunya kelompok yang menginisiasi secara Swadaya kegiatan SLPHT lewat 7 kali pertemuan, yang menghadirkan Camat, BPOPT, penyuluh dan pejabat di lingkungan Dinas Pertanian. Para petani yang terdiri dari 11 kelompok tani di Desa Pulojaya ini memiliki komitmen kuat untuk menghasilkan produksi gabah yang meningkat, sekurang-kurangnya 8 ton per hektar. Mengenai benih, sambung Dedi, ada yang di drop dari dinas dan sebagian ada yang swadaya dengan jenis varietasnya seperti Ciherang, Inpari maupun Mekongga.
"Kegiatan yang membahas antara lain pengamatan, pengendalian hama seperti kerdil rumput dan WBC ini diharapkan bisa ditiru kelompok tani lainnya, untuk menjadikan sawahnya lebih berproduksi dibanding musim-musim sebelumnya. "Ini satu-satunya di kecamatan Lemahabang semoga bisa dicontoh oleh gapoktan lainnya," ujarnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template