Perang Malam Tahun Baru - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Perang Malam Tahun Baru

Perang Malam Tahun Baru

Written By Admin Raka on Selasa, 02 Januari 2018 | 12.00.00

Geng Motor Saling Bacok di Jalan Cikampek-Parakan

CIKAMPEK, RAKA - Detik-detik pergantian tahun yang dirayakan warga Cikampek dan sekitarnya di jembatan layang awalnya berlangsung aman. Hingar bingar kembang api, dan pekikan suara terompet serta raungan sepeda motor menjadi warna tersendiri.
Namun, euforia yang berlangsung aman itu hanya sampai aparat gabungan dari Polsek Cikampek, Polsek Jatisari dan Polsek Kotabaru membubarkan ratusan orang di atas jembatan layang setelah melewati tengah malam. Setelah itu, aksi brutal empat ABG di jalanan hingga perang antar geng motor terjadi.
Berdasarkan pantauan Radar Karawang, aroma keributan sebetulnya sudah terjadi menjelang tengah malam. Di Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, tepatnya di depan Perumahan Pucung, dua kelompok pemuda saling baku hantam akibat pengaruh minuman beralkohol. Tidak ingin perkelahian itu meluas, masyarakat yang melihat peristiwa tersebut langsung melerainya. "Biasa efek alkohol, ributnya  sama teman setongkrongan sendiri. Untungnya bisa dilerai, kalau tidak bahaya, bisa baku hantam mereka," ucap Suryadi, warga Kampung Karangsalam, Desa Pucung kepada Radar Karawang, Minggu (31/12) pukul 23.40 WIB.
Setelah itu, situasi mencekam terjadi di Jalan Raya Cikampek-Parakan, tepatnya di depan Rumah Sakit Izza, sekitar pukul 00.30. Angga Mulyana, warga Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, mengatakan, dirinya dan pasangannya nyaris menjadi korban kebrutalan dua kelompok yang sedang bentrok. "Entah apa pemicunya, yang pasti pas kami melewat (lokasi bentrokan) senjata tajam samurai langsung disabetkan saja. Untung saya langsung berkelit, tidak kena dan selamat dari maut," katanya kepada Radar Karawang. Namun, lanjut dia, dua kelompok tersebut saling serang dengan membawa berbagai senjata tajam berupa celurit dan samurai berbagai ukuran. "Kasian yang pengendara di belakang saya. Kayaknya mereka kena sabet samurai. Cuma langsung pergi ke arah Tirtamulya yang kena sabetnya," ucapnya.
Saat Radar Karawang mendatangi lokasi tersebut pukul 00.45 WIB, ternyata suasana sudah mulai sepi. Saat ditanyakan kebenarannya, sejumlah warga membenarkan bahwa berselang lima belas menit yang lalu telah terjadi bentrok di perlintasan tersebut. "Iya tadi ada 15 menitan bentroknya, dari arah Tirtamulya dengan dari arah Cikampek. Bentroknya pas perlintasan ini," ujar Cahyo (25) warga Cikampek yang kebetulan melihat peristiwa bentrok tersebut, saat dirinya berada di warung kopi depan Rumah Sakit Izza.
Menurutnya dalam peristiwa tersebut tidak dimenimbulkan korban jiwa. Karena pertikaian kedua kelompok tersebut berhasil dibubarkan oleh polisi. "Tidak ada sih korban mah, soalnya ada yang patroli langsung semuanya  bubar," ucapnya.
Peristiwa kedua terjadi di Jalan Raya Sudirman, sekitar pukul 01.00 WIB. Seorang saksi mata, Zion Sulfa (20), pemuda yang bertempat tinggal tepat di perlintasan Jalan Raya Sudirman mengatakan, empat orang remaja tanggung membawa senjata tajam, lalu secara membabi buta menyabetkan celuritnya kepada pengendara yang melintas. "Pertama celuritnya mengenai pengendara yang melintas. Terus korbannya langsung teriak, warga sontak saja pada keluar. Setelah itu melakukan hal yang sama ke pengendara lain. Mereka kabur setelah dikejari polisi," jelasnya.
Kapolsek Kotabaru Ipda Asep Nugraha menegaskan, penerapan batas waktu perayaan di atas jembatan layang Cikampek dilakukan untuk mengantisipasi keributan ataupun bentrok. "Jumlah personel tiap polsek yang diturunkan 10 orang. Untuk Kotabaru, kami langsung menyisir wilayah kami yang dinilai rawan keributan," ucapnya.
Dia menegaskan, tidak akan segan menciduk para pelaku kejahatan usai malam tahun baru. "Jika kedapatan membawa senjata tajam kami amankan mereka," pungkasnya. (ian)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template