Pemda Harus Bebaskan Lahan yang Masuk Perda LP2B - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pemda Harus Bebaskan Lahan yang Masuk Perda LP2B

Pemda Harus Bebaskan Lahan yang Masuk Perda LP2B

Written By Admin Raka on Kamis, 04 Januari 2018 | 15.00.00

PURWASARI, RAKA - Meski Peraturan Daerah (Perda) Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sudah diparipurnakan, tetapi perda tersebut belum bisa dijalankan karena belum diundangkan. Tetapi ada konsekwensi yang harus dijalani oleh Pemerintah Daerah Karawang saat perda tersebut sudah diundangkan, yaitu membeli lahan sawah yang masuk dalam LP2B.
"Sudah di paripurnakan, tapi belum diundangkan. Rencananya tahun ini (2018). Setelah itu baru dilakukan sosialisasi dan terakhir penerapan perda," Sekretaris Dinas Pertanian Karawang, Murodi kepada Radar Karawang, Rabu (3/1).
Meski demikian, dia mengaku pemda pasti akan kebingungan. Pasalnya jika perda tersebut mulai berlaku, maka memungkinkan akan terjadinya protes dari masyarakat. Dia mencontohkan, karena lahan sawah tersebut milik masyarakat, maka masyarakat akan berfikiran mau dibangun apapun di atas tanah tersebut merupakan hak mereka. Sementara pemda memiliki aturan perda LP2B, jika lahan yang masuk perda tersebut dialih fungsikan, maka sanksinya cukup berat. "Sanksinya denda minimal Rp 1 Miliar dan lahan yang dipakai harus diganti dua kali lipat," bebernya.
oleh karenanya, satu-satunya langkah yang harus dilakukan oleh pemda adalah dengan membeli lahan sawah yang masuk pada Perda LP2B. Atau minimal membeli lahan satu garis dari ujung barat sampai ujung timur Karawang yang berbatasan dengan lahan non LP2B. "Kalau satu garis tanah itu dibeli pemda. Maka setidaknya orang yang akan membangun tidak bisa karena akses jalanya terhalang oleh tanah pemda itu," ujarnya.
Untuk saat ini, tambah Murodi, lahan yang masuk Perda LP2B lebih dari 86.000 hektare dan cadangan LP2B 1000 hektare. Dia sendiri meyebutkan ada kecamatan yang memang dihabiskan lahan sawahnya yaitu Cikampek, bahkan termasuk Purwasari juga hanya tersisa sedikit di sebelah utara saja. "Kalau Cikampek habis yah, purwasari juga hanya tinggal sedikit," bebernya.
Sementara perubahan lahan sawah menjadi perumahan di wilayah Purwasari terus bertambah, salah satunya adalah di Desa Tegalsari. Menurut Sekretaris Desa Tegalsari, Ita Mista, baru ditahun 2017 area peswahan yang berada di Desa Tegalsari mulai dilirik oleh para pengembang perumahan. Padahal kondisinya jauh dari perkotaan dan lahan industri. "Baru kali ini, desa kita dilirk oleh pengembang. Ada sebanyak 3 hektare sawah di Desa Tegalsari menjadi perumahan," ujarnya.(zie)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template