Pelajar SMPN 3 Karawang Barat Berkabung - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pelajar SMPN 3 Karawang Barat Berkabung

Pelajar SMPN 3 Karawang Barat Berkabung

Written By Admin Raka on Rabu, 31 Januari 2018 | 19.45.00

Bryan Febriawan Tewas Disambar Kereta Api

KARAWANG, RAKA - Nasib pelajar SMPN 3 Karawang Barat ini sungguh menyedihkan. Niatnya ingin menemui ibunya yang berjualan di Pasar Baru Karawang. Tetapi mahas, ditengah perjalanan malah disambar kereta api. Korban yang saat itu bersama dua temannya tewas ditempat setelah terpental sejauh enam meter. 
Informasi yang dihimpun Radar Karawang, peristwa terjadi Selasa (30/1) sekitar pukul 13.52 Wib, di perlintasan Lingkungan Jatirasa, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat. Korban bernama Bryan Febriawan (12) Warga Kampung Jatirasa tengah RT 02 RW 09, Kelurahan Karangpawitan, saat itu bersama dua temannya menyeberangi perlintasan rel kereta api di Lingkungan Jatirasa.
Pada saat bersamaan dari arah Stasiun Klari melintas Kereta Api Argo Parahyangan menuju Stasiun Gambir, Jakarta. Febrian yang ketika itu berada di belakangan gagal menyusul kedua temannya yang sudah lebih dulu menyeberang. Tubuhnya langsung tersambar kereta api dan terpental sejauh enam meter ke selokan di pinggir rel dan tewas ditempat.
Sesaat peristiwa terjadi temannya yang lolos dari sambaran kereta langsung menghubungi H. Sudarsono, Wakasek Kesiswaan SMPN 3 Karawang dan menyampaikan peristiwa nahas yang menimpah Bryan. Kabar tersebut langsung disikapi Sudarsono dengan langsung meluncur ke lokasi peristiwa. Korban langsung dievakuasi ke RSUD setelah datang petugas.
Masih dikatakan Sudarsono, Bryan siswa kelas 7 I. Selama ini Bryan dikenal anak yang baik. Tetapi siang itu memang dia berniat mengunjungi mamanya yang berjualan di Pasar Baru.  "Almarhum anak yang baik, memang seminggu terakhir dia terlihat berbeda dan suka tidur di kelas," ujar Sudarsono kepada Radar Karawang di RSUD.
Semnentara itu orangtua korban Muhamad Hermawan menyampaikan, jika kondisi anaknya akhir-akhir ini memang agak berbeda. "Anaknya suka pulang malam terus, padahal berangkat pagi namun pulangnya suka jam 12. Dia Anak ke 2 dari tiga anak saya yang semuanya laki laki. Alhamdulillah saya ikhlas karena sudah terjadi," paparnya.
Sementara saksi mata Muamar Rahmat (16) warga Jatirasa sempat menyaksikan Bryan melindasin paku sama temen-temennya sebelum menyeberangi rel kereta api. "Mereka bertiga dan yang seorang tertabrak karena tidak tahu ada kereta melintas," ucap Muamar.
Sementara Kepala Regu Pengamanan PT KAI wilayah Dawuan Klari Karawang Kedung dan Lemahabang A. Rosyid, mengatakan pihaknya mendapat informasi kecelakaan dari masinis. Setelah informasi itu kemudian dilakukan pengecekan ke lokasi dan  ternyata benar ada korban tertabrak kereta api. "Kondisi korban langsung meninggal dunia di tempat, kemungkinan saat menyeberang korban tidak tengok kanan dan kiri sehingga tersambar Kereta Api (KA) dan terpental 6 meter dan masuk ke parit," paparnya.
Lanjut A.Rosyid kereta tersebut dari arah Timur yaitu KA Argo Parahyangan jurusan Bandung ke Gambir Jakarta. "Secara teknis bukan rambu yang kurang, karena sudah jelas jika kereta sudah lengkap akan rambu dan jalannya sendiri. Tapi karena banyaknya perlintaan kereta liar di buat masyarakat pada saat ini mengakibatkan peristiwa tersebut terjadi," paparnya. (apk)

Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template