Pejabat jadi Sasaran Coklit Hari Pertama - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pejabat jadi Sasaran Coklit Hari Pertama

Pejabat jadi Sasaran Coklit Hari Pertama

Written By Admin Raka on Senin, 22 Januari 2018 | 15.00.00

KARAWANG, RAKA - Pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih di Kabupaten Karawang yang sudah terdaftar di Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dilakukan di rumah dinas bupati. Kegiatan itu merupakan hari pertama coklit serentak yang dilakukan secara nasional selama satu bulan ini. 
"Kita berharap dalam proses satu bulan ini yang kita lakukan bisa maksimal. Harapan kita menjadi sebuah gebyar yang nantinya bisa menimbulkan kesadaran masyarakat, untuk memastikan dirinya menggunakan hak pilih, dalam Pilgub Jabar 2018 mendatang," ungkap Anggota KPU Karawang Asep Sugiharto, kepada Radar Karawang, akhir pekan (21/1) kemarin.
Dikatakan Asep, di Karawang ada sekitar 1.600.000 calon Pemilih yang mudah-mudah dengan proses seperti coklit, pemilih yang sudah memenuhi syarat dan belum terdaftar, bisa memastikan dirinya terdaftar di pemilu mendatang. Sehingga bagi masyarakat yang belum terdaftar bisa menghubungi Panitia Pemungutan Suara (PPS). "Kita punya waktu satu bulan ini untuk memaksimalkan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang akan turun ke rumah-rumah calon pemilih," paparnya.
Bahkan kata Asep, pihaknya telah berusaha berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Karawang. Dinas itu diminta agar bekerja lebih maksimal. Sehingga yang belum terdaftar di KTP elektronik pada saatnya nanti sudah terekam minimalnya. "Kalaupun tidak memiliki fisik KTP masyarakat tetap bisa menggunakan hak pilihnya di TPS, asal sudah direkam KTP dan itu syaratnya, walaupun belum punya KTP atau masih punya Surat keterangan (Suket)," paparnya.
Dilanjutkan Asep, dari data yang diverifikasi setiap Kartu Keluarga (KK) data itu sebagai pemilih yang masuk dalam daftar pemilih. Contoh jika sudah masuk sebagai calon pemilih tetapi belum tercatat di daftar pemilih, itu akan dilakukan pencatatan oleh petugas dan berlaku di seluruh TPS se Karawang. "Proses hak pilih yang sudah memenuhi syarat, tercantum dalam KK namun belum tercatat sebagai pemilih kalau tidak ada di daftar pemilih. Proses-proses berikutnya akan dilakukan pendataan, sehingga yang bersangkutan tetap bisa memilih," paparnya.
Bagi masyarakat saat pengumuman daftar pemilih ternyata masih belum terdaftar, terang Asep, bisa mengajukan ke petugas TPS. "Daftar pemilihan sementara kita umumkan di TPS-TPS yang ada di desa nanti. Saat ini diprediksi akan mencapai 1.7 juta pemilih, namun dari data yang ada di DP4 yang kita terima dari Kemendagri mencapai 1.600.369. Namun DPT kita belum tahu bertambahnya berapa, kita akan menunggu proses coklit ini sampai berjalan hingga tuntas baru kelihatan," paparnya.
Lanjut Asep, sebagai penyelenggara pemilu, masyarakat dalam proses pemutahiran ini bisa berperan aktif ketika ada petugas datang ke rumah supaya dibantu mendapatkan informasi. Sehingga kedepan hak pilih kita itu bisa berkualitas. "Petugas juga bekerjalah dengan sebaik-baiknya sehingga waktu yang cukup singkat ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin," papar Asep.
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menyampaikan sudah menjadi kewajiban bagi dirinya dan tokoh-tokoh lain di Karawang untuk dilakukan verifikasi pendataan. "Kami di kabupaten Karawang yang ada 5 tokoh akan diambil verifikasi pendataaan secara aktual untuk tahun 2018 ini, salah satunya saya. Sehinga harapan saya dengan jumlah DP 4 DPT 1,6 juta masyarakat karawang, bisa menggunakan hak pilihnya di tahun 2018, agar apa yang diharapkan masyarakat sesuai dengan aspirasinya," katanya.
Cellica mengakui ketersediaan KTP elektronik memang masih menjadi hambatan, tetapi pihaknya pastikan akan melakukan pembuatan KTP sementara yang diperpanjang setiap 6 bulan, dan itu sah dan berlakukan untuk pendaftaran  calon pemilih. "Sebenarnya tidak ada permasalahan terkait verifikasi pendataan melalui KTP, meskipun belum dicetak secara elektronik. Karena kita masih menunggu antrean dari pusat," ucapnya.
Selain Bupati Cellica Nurrachadiana, Wakil Bupati Ahmad Zamakhsyari juga menjadi sasaran coklit hari pertama. Begitupun Sekda Teddy Rusfendi Sutisna, Ketua DPRD Karawang Toto Suripto, serta Kepala Kantor Kemenag Karawang H Sopian. Rumah mereka didatangi petugas KPU Kabupaten Karawang untuk dilakukan pencocokan dan penelitian data calon pemilih pada pemilihan gubernur Jawa Barat. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template