Pasien TBC RSUD Tolak Minum Obat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pasien TBC RSUD Tolak Minum Obat

Pasien TBC RSUD Tolak Minum Obat

Written By Admin Raka on Kamis, 25 Januari 2018 | 16.30.00

TELUKJAMBE, RAKA - Rohmat warga asli Ciparage Kecamatan Tempuran sudah 20 kali berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang. Pasien tanpa jaminan kesehatan itu membuat manajemen rumah sakit kepayahan karena tidak ada yang bertanggungjawab untuk persoalan biaya pengobatan.
Pasien yang mulai berobat sakit Paru-paru dan TBC itu dari Tanggal 7 november 2016 mengakui tidak punya saudara dan sanak famili. Rumah sakit umum daerah Kabupaten Karawang sudah melakukan pelayanan dengan sebaik-baiknya. Pasien yang di duga tidak punyai tempat tinggal itu pernah dititipkan pada Dinas Sosial Kabupaten Karawang, akan tetapi kembali lagi, bisa keluar dari tempat itu dan lakukan pengobatan kembali sehingga pihak rumah sakit pun dibuat kebingungan.
Kepala Hukmas dan Promkes RSUD Kabupaten Karawang, H. Ruhimin. SH. pun menuturkan bahwa pihaknya sudah melakukan pelayanan terhadap warga yang membutuhkan kesehatan karena sudah diamanatkan undang-undang. Akan tetapi, menurutnya pasien tersebut hampir 20 kali berobat itu, memang tidak punya tempat tinggal yang tetap.
"Kalau menurut pengakuannya tidur di Masjid Al-Jihad, otomatis tidur di lantai, dan penderita sakit paru-paru juga TBC. Seharusnya tidak boleh lakukan tidur di lantai karena dingin maka akan terserang sakit kembali. Menurut penuturan para perawat, pasien itu juga tidak mau makan obat dengan alasan pahit, kami sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial Kabupaten Karawang, agar pasien itu bisa dilakukan pembinaan, karena cukup mengkhawatirkan," jelasnya.
Bahkan saat wawancara singkat dengan Rohman, pria yang pernah belajar di Pesantren Cikundul, Kabupaten Cianjur itu mengakui, bahwa dirinya memang sudah 20 kali lebih berobat di RSUD. "Setelah berobat disini, kondisi saya agak baikan, saya tidak punya rumah dan saya pernah dibawa ke Dinas Sosial, tapi orang di sana memberitahukan bahwa tidak ada tempat singgah," akunya.
Perawat di Instalasi Gawat Darurat RSUD Karawang, Sopiah pun menerangkan pasien itu pernah melakukan hal yang sama di Puskesmas Cikampek. Bahkan memohon agar bisa bekerja sebagai petugas kebersihan. "Saya sayangkan informasinya berbeda-beda, kalau informasi yang saya dapatkan dia masih punya saudara di Ciparage, dan kita tetap lakukan pelayanan. Disini pun permintaan yang sama ingin bekerja sebagai petugas kebersihan, yang saya sayangkan juga pasien tersebut, tidak mau makan obat. Hal itu kan bisa membahayakan dirinya juga, dan pasien dengan hal serupa. Kami sudah sering tangani disini, cuma kadang kembali lagi dalam satu atau dua minggu," terangnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template