Padat Karya Angkat Ekonomi Warga - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Padat Karya Angkat Ekonomi Warga

Padat Karya Angkat Ekonomi Warga

Written By Angga Praditya on Selasa, 30 Januari 2018 | 15.00.00

BATUJAYA, RAKA- Program padat karya yang sedang digalakkan pemerintah pusat dinilai bisa membangkitkan sisi perekonomian masyarakat, itu pun jika para kepala desa (Kades) dengan benar melaksanakannya. Apalagi dengan besaran dana APBN yang digelontorkan, karena untuk saat ini gelontoran dana tersebut tidak diplotkan untuk beberapa bidang seperti tahun sebelumnya. Dan ini menjadi kesempatan kades untuk memakmurkan masyarakat. Di mana upah pegawai pembangunan infrastruktur minimal harus 30%, karena menggunakan tenaga swakelola masyarakat desa.
Sekjen Apdesi Alek Sukardi, mengatakan, besaran dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat kepada masing-masing desa dengan jumlah yang variatif, seharusnya sudah bisa memakmurkan masyarakatnya. Satu syaratnya, yaitu kades tidak berpikir macam-macam, dengan kata lain, kades tidak hanya mementingkan keuntungan pribadi. Dari setiap 30 persen dana desa yang dibangunkan melalui swakelola masyarakat, tentu saja bisa membantu perekonomian masyarakat. "Asal bisa aja kadesnya dan jangan berpikir macam-macam dengan dana tersebut, saya yakin masyarakat akan kebantu," ujarnya, kepada Radar Karawang.
Dari sekian ratus juta, bahkan ada yang lebih dari satu miliar dana desa yang di terima oleh kades, lanjut Alek, di ambil 30 persen untuk swakelola masyarakat dalam setiap pembangunan yang direalisasikan, dibagi jumlah masyarakat yang diikut sertakan dalam pekerjaan tersebut. Pengangguran akan berkurang, masyarakat pun bisa terbantu.
Lebih lanjutnya, masyarakat akan lebih memiliki hasil pembangunannya meskipun tahu jika dana tersebut dari pemerintah. Secara tidak langsung akan menyadarkan masyarakat akan bantuan yang diberikan pemerintah kepada mereka. Karena, anggapan masyarakat tentang dana pemerintah selalu dikaitkan dengan hibah. Dengan adanya swakelola, nantinya mereka sendiri yang akan merasakan manfaat dan hasilnya, jika program pemerintah memang benar-benar untuk masyarakat. Namun bukan dalam bentuk uang. "Ke kita (kades) gak puyeng, masyarakat bisa merasakan apa yang diberikan pemerintah, bukan hanya bentuk jadi, tapi upahnya juga dirasakan oleh mereka," katanya.
Dan yang sering menjadi kendala yaitu kesiapan kepala desanya sendiri, siap tidak mereka melakukan hal ini tanpa diiming-imingi keuntungan yang besar. Padahal itu semua sudah menjadi tugasnya sebagai pemimpin dan penentu kebijakan di suatu desa. "Harusnya mereka bisa," tutupnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template