OPerator Sekolah Diperas Oknum Wartawan Rp 30 Juta - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » OPerator Sekolah Diperas Oknum Wartawan Rp 30 Juta

OPerator Sekolah Diperas Oknum Wartawan Rp 30 Juta

Written By Admin Raka on Rabu, 24 Januari 2018 | 12.15.00

KOTABARU, RAKA - Profesi jurnalis kembali tercoreng akibat ulah oknum wartawan yang meminta uang Rp 30 juta kepada SDN Pangulah Selatan III, dengan dalih untuk menutupi pemberitaan tentang pembuatan sumur bor jet pump sekolah, karena memungut iuran kepada orang tua siswa tanpa melakukan musyawarah terlebih dulu. Adalah operator SDN Pangulah Selatan III, Eka Eskasari S.Pd yang menjadi korban japrem oknum wartawan tersebut. 
Ditemui usai mengadukan masalah itu ke Polsek Kotabaru, Eka mengaku sampai meminjam kepada adiknya untuk memenuhi permintaan oknum wartawan tersebut. "Awalnya saya ditelepon. Terus wartawan yang bernama Budiman ngajak ketemuan. Katanya jika ingin beritanya disudahi, maka saya harus menyiapkan uang sebesar Rp 30 juta, untuk menutupi pos-pos dan mengganti biaya cetak dan lainnya gitu," ungkap Eka kepada Radar Karawang, Selasa (23/1).
Eka melanjutkan, dalam pemberitaan tersebut, iuran pembuatan jet pump yang dilakukan pihak sekolah terhadap para orang tua murid, dinilai menyalahi prosedur. Padahal pembuatan jet pump air yang dilakukan pihak sekolah, itu atas dasar permintaan pihak orang tua siswa," tuturnya.
Untuk menyudahi persoalan itu, akhirnya Eka menyetuji permintaan si oknum tersebut. Meski uang yang diberikan jumlahnya tidak sesuai yang diminta. "Ya saya bela-belain pinjam ke adik saya Rp 30 juta. Saat dia ngajak ketemuan gitu, saya minta dikurangi, cuma dikembaliinnya 2 juta. Jadi uang Rp 28 juta itu diserahkan ke dia," katanya.
Kesal oleh perbuatan oknum wartawan, akhirnya Eka mendatangi Polsek Kotabaru untuk mengadukan persoalan tersebut. Hasilnya, eka diminta membuka laporan ke Polres Karawang. "Nanti akan didampingi Polsek Kotabaru. Saya akan membuka LP terkait ini, karena jujur saja, itu uang hasil minjam. Sedangkan kondisi keuangan di rumah sedang kacau karena ibu sedang sakit parah, sampai tidak bisa makan dan tidur kepikiran terus," ucapnya.
Di lokasi yang sama, Kanit Intel Polsek Kotabaru Aiptu Ujang menambahkan, pengaduan SDN Pangulah Selatan III yang dimintai uang sebesar Rp 30 juta untuk menutupi persoalan pemberitaan, merupakan tindak pidana pemerasan. "Ya nanti kita coba dampingi pihak sekolah untuk membuka LP nya di polres, karena ini masuk ke pemerasan," jelasnya.
Menurutnya, persoalan pemerasan yang dilakukan oknum wartawan tersebut, kasusnya akan dikawal terus hingga tuntas. "Ya, nanti pihak korban akan membuka LP ke Polres Karawang, karena keinginannya uang dikembalikan lagi. Karena persoalan pembuatan jet pump tersebut ternyata tidak ada orang tua siswa yang mengeluhkan, bahkan itu dari permintaan orang tua siswanya," paparnya.
Saat dihubungi Radar Karawang, Budiman, wartawan Zonadinamika yang disebut-sebut namanya oleh pihak korban telah melakukan pemerasan, dirinya mengelak informasi ataupun aduan pihak sekolah tersebut tidak benar. "Ngaur ah info dari mana itu," katanya.
Namun, saat mencoba memastikan pengaduan pihak sekolah dengan mendatangi Polsek Kotabaru, jika dirinya adalah orang yang melakukan pemerasan tersebut, Budiman berkelit. Dia tetap mengatakan jika informasi ataupun pengaduan itu tidak benar. "Da saya bilang itu info ngaco alias ngawur," pungkasnya. (ian)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template