Nelayan Cilamaya Abaikan Ombak 2 Meter - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Nelayan Cilamaya Abaikan Ombak 2 Meter

Nelayan Cilamaya Abaikan Ombak 2 Meter

Written By Admin Raka on Selasa, 23 Januari 2018 | 15.45.00

CILAMAYA KULON, RAKA - Hampir sepekan terakhir cuaca ekstrem melanda perairan pesisir Karawang. Meski ketinggian gelombang mencapai dua meter namun nelayan di sejumlah TPI di Karawang masih tetap melaut.
Dikatakan Anggota Pol Air Karawang Ipda Ade Priadi hampir sepekan terakhir, kecepatan angin di laut sampai 30 Knot dengan tinggi gelombang ombak 1,5 - 2 meter. Hal itu turun memicu kapal pursine kurang lebih satu mingguan berhenti melaut. Hanya saja, diakui Ade, untuk nelayan jaring gemplo, jaring Udang, Jaring Rampus dan jaring Rajungan masih beraktivitas melaut dan cari ikan seperti biasa meskipun volumenya menurun.
Padahal, dengan tinggi gelombang yang kurang normal itu, beresiko bagi keselamatan para nelayan. Sebab, kalau pagi sampai jam 11.00 siang, cuaca masih mendingan, sementara kalau sudah siang sekira jam 11.00 sampai sore itu, baru datang angin dan gelombang besar. Pihaknya, sambung Ade, selalu melaksanakan patroli dan memberikan arahan tentang keselamatan laut, namun mungkin karena faktor kebutuhan hidup, sulit untuk di indahkan para nelayan. "Beresiko kalau melaut, karena anginnya kencang dan gelombang juga tinggi, cuma beberapa masih saja ada yang melaut," katanya.
Manajer TPI Pasirputih Waryono mengatakan cuaca ekstrem saat ini tidak bisa diprediksi. Angin barat daya seharusnya muncul biasa pada bulan Desember, namun justru baru Januari ini. Bagi nelayan, angin dan gelombang tinggi tidak menjadi hambatan, apalagi kalau alasannya rajungan jumlahnya melimpah, sehingga para nelayan tetap melaut seperti biasa.
Tetapi, karena hasil tangkapannya juga kurang bagus, ditambah cuaca ekstrem, hanya beberapa perahu saja yang memaksakan untuk melaut, betapapun imbauan dan edaran agar berhenti sementara ini sudah sering di sampaikan. Nelayan sudah tahu, angin barat yang berhembus di pesisir hingga tengah laut ini beresiko, namun karena kebutuhan tetap saja beberapa ada yang melaut. "Nelayan mah gak lihat angin dan gelombang kalau hasil lautnya sedang melimpah mah, betapapun itu ada imbauan," katanya.
Waryono menambahkan, di Pasir Putih hanya sekitar 50 persen saja yang mungkin berhenti melaut sementara, karena memang hasil tangkapannya juga sedang kurang bagus. Apalagi, sejauh ini, pihaknya belum menerima kepastian sampai kapan angin berhembus dan ekstrem ini berlangsung. Ia berharap, awal februari, angin barat daya ini berakhir. Sebab, angin macam ini diakui Waryono beresiko, karena merata dan disertai hujan di lautan.  "Kita selalu imbau agar berhati-hatilah, angin baray daya ini kan merata dan disertai hujan dilautan," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template