Mobile Legends Bikin 'Gila' - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Mobile Legends Bikin 'Gila'

Mobile Legends Bikin 'Gila'

Written By Admin Raka on Rabu, 10 Januari 2018 | 18.07.00

Lupa Makan Hingga Rela Menahan Buang Air Kecil

CIKAMPEK, RAKA - Siapa yang tidak kenal Mobile Legends. Game mobile bergenre Massive Online Battle Arena (MOBA) yang dimainkan solo maupun tim, sangat digandrungi di Kabupaten Karawang. Tua, muda, hingga anak-anak ketagihan memainkan permainan online ini. Di setiap sudut perkotaan, lingkungan sekolah, kos-kosan, kantor pemerintahan, hingga pos ronda menjadi tempat memuaskan hasrat mereka. Tidak peduli rasa lapar, hingga rela menahan buang air kecil. Terpenting, jagoannya tidak terkalahkan.
Bahkan, tidak sedikit dari mereka rela merogoh kocek ratusan ribu rupiah, agar kekuatan dan kemampuan jagoannya bisa bertambah berkali-kali lipat. Sopyan (17) warga Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru, mengaku pernah membeli 2500 diamonds seharga Rp 739 ribu agar kemampuan jagoannya bertambah. "Jadi diamonds itu untuk membeli skin (perlengkapan perang) atau hero. Semakin banyak diamonds yang kita miliki, maka semakin leluasa kita mengupgrade kekuatan hero kita," ungkapnya kepada Radar Karawang, Selasa (9/1) kemarin.
Ia melanjutkan, uang yang dia keluarkan untuk membeli diamonds, tidak termasuk pulsa internet. "Sebulan habis Rp 200 ribu untuk beli kuota," tuturnya.
Kegemarannya memainkan game online ini, tidak begitu saja muncul. Sebelum Mobile Legends muncul, dia sudah sejak dulu menyukai games online. "Pada dasarnya saya memang penggila games. Jadi pas ada Mobile Legends, saya langsung menggemarinya," tuturnya.
Kegilaannya bermain games online tersebut, ternyata membuatnya lupa akan banyak hal. Diantaranya lupa makan, hingga rela menahan buang air kecil. "Rasa lapar jangan sampai mengganggu kita. Yang penting dapat diamonds, dan Zilong yang saya mainkan bisa menang menghadapi musuh," tuturnya.
Lain lagi dengan Wiranto (16), pelajar kelas XI jurusan TKJ SMK Sehati Karawang, itu sempat menjadi korban penipuan saat membeli diamonds ke sesama pemain Mobile Legends. "Saya beli diamonds harganya Rp 56 ribu. Tapi diamondsnya tidak kunjung saya terima," ungkapnya.
Menurutnya, sejak menggandrungi permainan ini, dia seolah memiliki dunia sendiri terpisah dari dunia nyata. Bayangkan saja, meski berada dalam satu kelompok sepermainan di rumah, sedikit pun tidak ada tegur sapa jika sedang memainkan game tersebut. "Sampai lupa dengan semua hal, mulai dari pesan, waktu dan tempat," tuturnya.
Hal serupa juga dialami Muhammad Wildan Saefudin, siswa kelas VIII L SMPN 1 Telagasari. Mobile Legends membuatnya ketagihan hingga menggangu jadwal belajar di rumah dan jadwal makan. "Saya suka banget dengan games ML, soalnya permainannya seru dan asyik. Mengajarkan tentang strategi perang dan menghilangkan rasa jenuh," ujarnya.
Mobile Legends juga merubah gaya hidup warga Karawang. Jika sebelumnya orang-orang menghabiskan waktu dengan mengobrol sambil menikmati sajian kopi atau camilan, kini hal itu jarang lagi terlihat. Tengok saja Kampung Bakanmaja Gang Sawo RT 003/001, Desa Jomin Barat, Kecamatan Kotabaru. Di tempat tongkrongan anak-anak muda, tidak lagi terlihat gelak tawa atau obrolan renyah khas malam hari. Mereka kini asyik dengan bergawai ria. "Sekarang kalau nongkrong bawanya rollan listrik. Dan orang-orang yang ngumpul tidak lagi ngobrol, tapi langsung main Mobil Legends," ungkap Radipan Rustandi, warga Kampung Bakanmaja.
Games yang diproduksi oleh Shanghai Moonton Technology asal China juga digandrungi oleh pegawai negeri sipil. Asrul Asman, PNS yang bertugas di Kecamatan Karawang Barat, mengaku memainkan games tersebut untuk menghabiskan waktu luang. "Permainan ML itu saya pribadi ngisi waktu luang saat jam pulang saja," ujarnya.
Menurutnya permainan tersebut ada positifnya. Selain bisa memiliki teman di negara lain, juga tidak ketinggalan zaman. "Kita jadi punya relasi karena punya clan atau kelompok yang sama," ujarnya.
Sedangkan uang yang dia habiskan tidak terlalu besar. Dalam satu bulan hanya Rp 50 ribu untuk jatah kuota internet. "Saat ini saya cuma punya 7 karakter hero, seperti Miya, Balmond, Zilong, Alucad, Tigreal, Sun, dan Layla," tuturnya.
Di sisi lain, Dedi (32) penjual pulsa di Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, mengaku omzetnya bertambah sejak anak-anak muda menggandrungi Mobile Legends. "Alhamdulillha, biasanya sehari cuma dapat Rp 500 ribu, sekarang bisa dapat Rp 800 ribuan," ungkapnya. (apk/ian/yna/din)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template