Menteri Panen Raya, Petani Ngaku Diserang Wereng - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Menteri Panen Raya, Petani Ngaku Diserang Wereng

Menteri Panen Raya, Petani Ngaku Diserang Wereng

Written By Admin Raka on Kamis, 04 Januari 2018 | 12.15.00

KARAWANG, RAKA - Panen raya di Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, yang dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Rabu (3/1) kemarin, ternyata tidak membawa kegembiraan bagi sejumlah para petani di lokasi panen.
Wasta, petani Tanjungpura mengatakan, yang ditunjukan kepada Menteri Andi adalah sawah yang hasilnya bagus. Tapi tidak jauh dari lokasi panen raya, kondisi pertanian justru sebaliknya. Rusak diserang hama. "Padi kami justru mati semua, karena virus dan hama wereng," ungkapnya kepada Radar Karawang. 
Ia melanjutkan, dirinya sudah melakukan penyemprotan hingga 8 kali, menghabiskan biaya sekitar Rp 1 juta dan harga obat kisaran Rp 300 ribu hingga Rp 750 ribu per botol. Namun, sejauh ini pemerintah tidak memberikan solusi apapun. Ketika disinggung mengapa tidak disampaikan keluhannya kepada menteri, dia dan rekan-rekannya tidak memiliki keberanian. "Ya saya kira mau mendengarkan keluhan petani, tapi cuma menerangkan soal kendaraan buat panen saja," paparnya.
petani penggarap lainnya, Sadun (40) mengatakan, sejauh ini pemerintah daerah seolah tidak perduli dengan nasib mereka yang terancam gagal panen akibat virus dan hama wereng. Karena tidak ada bantuan apapun kepada mereka, meski sudah mencoba memintanya kepada pihak kelurahan setempat. "Kita sudah minta ke kelurahan juga sama UPTD (belum ada hasil)," ujarnya.
Sadun yang menggarap lahan seluas 2,5 hektare sawah mengatakan, kerugian yang dideritanya jika dihitung-hitung dengan hasil padi yang bagus,  hanya dapat meraup untung sekitar Rp 5 juta per hektare.
"Rata-rata dua hektare sawah modalnya sampai Rp 20 juta. Tapi kali ini kami harus gigit jari hingga masuk musim tanam kembali sekitar bulan Februari dan Maret," paparnya.
Sadun pun menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten Karawang yang seolah menutupi keadaan petaninya di hadapan menteri.
"Yang kami butuhkan itu adalah bantuan bukan acara seperti ini. Karena kami tetap tidak bisa mengatakan apapun, hanya ini saja," sesalnya. Sama halnya juga Gani (57), petani lainnya mengatakan, seluruh petani penggarap yang hadir disini hampir seluruh lahan garapannya mengalami serangan wereng. Kebanyakan wereng menyerang sejak bulan pertama tanam sampai bulan ini. Bahkan sudah ada beberapa orang yang gagal panen.
"Sudah mau matang habis padinya, enggak ada isinya. Padinya dihisap sama wereng," katanya.
Gani juga mengatakan, dirinya dan petani lainnya sebetulnya sudah melakukan penyemprotan untuk mengantisipasi serangan hama wereng. Namun masih ada petani yang gagal panen. Apalagi banyak petani yang tidak melakukan penanaman secara serentak.
"Yang gagal panen banyak. Walaupun padi sudah keluar tapi tidak ada isinya," ucapnya.
Di lokasi panen raya, Menteri Andi mengatakan sudah tiga tahun beruturut-turut Indonesia tidak mengimpor beras. "Kita sudah bisa memberikan makan kepada masyarakat Indonesia tanpa impor," ujarnya.
Menjelang bulan Februari, kata Andi, masyarakat mau tidak mau harus siap dengan penurunan harga beras. Untuk itu, sektor pertanian perlu merubah paradigma dengan merubah pertanian menjadi modern. "Waktu lalu pada bulan November, Desember dan Januari itu adalah musim paceklik, tapi sekarang bukan paceklik. Kita harus tingkatkan (hasil pertanian)," tandasnya.
Ia melanjutkan, pemerintah harus bisa terus memenuhi kebutuhan petani. Seperti memperbaiki saluran air irigasi. "Itu perintah bapak presiden. Beri bibit unggul. Dulu cuma bisa panen 1 atau 2 kali, sekarang bisa sampai 3 kali panen, karena air yang harus sudah disiapkan," paparnya. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template