Mangkir Setelah Olahraga - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Mangkir Setelah Olahraga

Mangkir Setelah Olahraga

Written By Angga Praditya on Sabtu, 20 Januari 2018 | 17.00.00

Tradisi Jumat Pejabat Karawang 

KARAWANG, RAKA - Kondisi kantor kosong setiap ada kegiatan olahraga mingguan di lapangan Karangpawitan agaknya sudah jadi tren baru di kalangan pegawai negeri sipil. Tanggung kembali ke kantor karena akan dilanjutkan shalat Jumat. Padahal selain olahraga mereka juga masih punya kewajiban melayani masyarakat. 
Berdasarkan pantauan Radar Karawang, Jumat (20/1) pagi hingga siang, sejumlah kantor kosong seperti terjadi di kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). kepala dinasnya tidak berada di kantor, demikianpun kepala bidang dan kepala seksinya juga tidak ada ditempat. Hal serupa juga berlangsung di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga tanpa pejabat.
Sebelumnya Radar Karawang ke kantor Pemadam Kebakaran, bagian ini berada dibawah kewenangan BPBD juga dalam keadaan kosong. Demikian pun ketika mengunjungi kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) pejabatnya juga tidak ada di kantor, padahal saat itu pukul 10.31 WIB. Hal sama juga terjadi ketika hendak meminta komentar Sekretaris Daerah mengenai anak-anak buahnya yang tidak berada di kantor, ternyata orang nomor tiga di Karawang itupun tidak berada di kantornya, padahal waktu menunjukkan pukul 10.34  Wib. Hal paling memperihatinkan ketika Radar Karawang mendengar ucapan salah seorang pegawai di kosong tersebut kalau biasanya para pejabatnya ada lagi di kantor setelah salat Jumat.
Terkait kantor kosong tersebut, anggota Komisi A DPRD Karawang Ahmad Fajar ketika dimintai komentarnya langsung mengucapkan kalimat menyindir. "Setiap kali ada kegiatan di pemda seperti olahraga mingguan yang dilakukan pada setiap Jumat di lapangan Karangpawitan, mestinya jangan sampai mengabaikan aspek pelayanan kepada masyarakat," tandas Fajar.
Sejatinya, tambah Fajar, keberadaan para pegawai Pemda adalah mewujudkan pemerintahan yang baik, yang salah satu kewajibannya adalah pelayanan yang paripurna. Karena itu olahraga yang dilakukan setiap Jumat itu tidak bisa dijadikan alasan untuk menunda kembali ke kantor, apalagi dengan alasan tanggung sekalian salat Jumat. "Kepala daerah harus melakukan evaluasi setiap programnya terutama untuk mengetahui manfaat program tersebut," paparnya.
Fajar kembali mempertanyakan program olahraga mingguan di lapangan Karangpawitan, apakah memberi efek bagus terhadap para pegawai atau tidak sesuai tujuan pencanangan program tersebut. Kalau tidak mewujudkan hal itu, ada baiknya dievaluasi untuk dihentikan. "Kepala daerah harus melakukan pengawasan dan pembinaan yang ketat dan berkelanjutan pada kaitan level kinerja para pegawainya setiap hari Jum'at setelah berolahraga. Jika memang menghendaki kegiatan berolahraga tetap berjalan," paparnya.
Sementara Kepala BKPSDM Aang Rahmatullah saat di konfirmasi Via pesan singkat menyampaikan, sesuai PP 53 tahun 2010 pendelegasian kewenangan, pembinaan secara berjenjang oleh atasan langsung. Karena kewajiban PNS pasal 3 ayat 11 masuk kerja dan mentaati ketentuan jam kerja. Pengertian berjenjang itu jelas melalui Kasubid, Kabid, Kadin, Sekda secara hierarkis. "Saya baru sampe rumah. Mau mandi dulu persiapan jumatan," ungkapnya. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template