Lima Koperasi Bodong Ditutup, Camat, Warga Kotabaru Adu Mulut dengan Pemiliknya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Lima Koperasi Bodong Ditutup, Camat, Warga Kotabaru Adu Mulut dengan Pemiliknya

Lima Koperasi Bodong Ditutup, Camat, Warga Kotabaru Adu Mulut dengan Pemiliknya

Written By Admin Raka on Jumat, 19 Januari 2018 | 12.00.00

KOTABARU, RAKA - Keresahan warga Perumahan Pondok Mekar Indah (PMI) II, Desa Pangulah Utara, Kecamatan Kotabaru, dengan kehadiran koperasi yang saban malam meyetel musik bersuara keras, akhirnya berujung pengungkapan jika badan usaha itu ternyata bodong alias tidak berizin.
Hal tersebut terungkap saat musyawarah Muspika Kotabaru dengan sejumlah perwakilan masyarakat PMI II, beserta lima koperasi yang dinilai tidak mengantongi izin, Kamis (18/1) kemarin.
Berdasarkan pantauan Radar Karawang, suasana mulai panas saat pihak koperasi tidak terima dengan hasil keputusan musyawarah, yang menyatakan jika usaha mereka harus ditutup. Adu mulut pun terjadi antara Muspika Kotabaru, perwakilan warga dengan pemilik Koperasi Fajar Mandiri Samuel Sihombing.
Warga Perumahan PMI II, Asep Ependi mengatakan, selama ini keberadaan koperasi yang berada di perumahannya dikeluhkan warga. Beragam aktivitas koperasi tersebut sangat meresahkan dan mengganggu ketenangan warga. "Sejumlah koperasi ini tiba-tiba muncul begitu saja, tanpa ada izin lingkungan atau apapun," ungkap Asep kepada Radar Karawang, Kamis (18/1).
Asep melanjutkan, bukan saja izin yang tidak dikantongi, berbagai aktivitas semisal menyetel musik setiap malam membuat warga risih. "Warga semua sepakat untuk mengusir koperasi-koperasi yang ada di perumahan kami, karena sudah membuat warga risih dengan aktivitasnya," ucapnya.
Ketua RW 4 PMI II Yofi mengatakan, setelah mendengar keluhan warga, pihaknya langsung berkordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan agar persoalan tersebut bisa segera selesai. "Saat diminta surat izin pendirian, ternyata mereka tidak punya," ujarnya.
Camat Kotabaru Dedi Setiadi menambahkan, karena tidak berbadan hukum, maka aktivitas koperasi harus segera dihentikan dalam tempo satu minggu kedepan. "Kami beri waktu satu hingga 2 minggu, untuk segera meninggalkan wilayah perumahan PMI II, dan menutup koperasinya," katanya.
Jika keputusan rapat ini tidak dilakukan, Dedi menegaskan, Muspika Kotabaru yang akan menutup paksa keberadaan koperasi bodong tersebut. "Jika masih tetap ada aktivitas, maka kami sendiri yang akan menutup paksa," tegasnya.
Mendengar itu, pemilik Koperasi Fajar Mandiri Samuel Sihombing, sangat kecewa dengan keputusan musyawarah. Pasalnya, tindakan penutupan secara tiba-tiba dan spontan. "Jelas saya kecewa dengan hasil musyawarah tadi. Padahal sebelumnya kami ada izin, cuma tinggal diperpanjang saja," jelasnya.
Dirinya juga menepis jika warga mempersoalkan koperasi yang dipimpinnya itu. Karena selama ini tidak pernah terdengar keluhan terhadap  koperasinya. "Ya, kami menunggu hasil dari pemerintah saja, nanti keputusannya bagaimana, yang pasti aspirasi kami merasa dibatasi," pungkasnya.
Melihat situasi memanas, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang Hery SE menengahi dua kubu. Dia mengatakan jika tidak berbadan hukum harus segera menghentikan aktivitasnya. Jika masih membandel, maka akan ada tindakan tegas dari pemerintah. "Silahkan tinggal pilih, mau menutup secara kesadaran sendiri. Atau ditutup paksa," tandasnya. (ian)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template