Konsumsi PMT untuk Tiga Bulan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Konsumsi PMT untuk Tiga Bulan

Konsumsi PMT untuk Tiga Bulan

Written By Admin Raka on Jumat, 05 Januari 2018 | 17.00.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk  balita kurang gizi mulai terdistribusi sejak 12 Desember 2017 lalu. Stok makanan berupa biskuit dengan kandungan 10 vitamin dan 7 mineral tersebut cukup dikonsumsi selama tiga bulan untuk satu orang balita usia 6 bulan - 59 bulan.
Programer Gizi UPTD Puskesmas Sukatani Odah Rosdiana mengatakan PMT mulai diberikan kepada balita diwilayah kerja Puskesmas Sukatani sejak akhir Desember kemarin,  karena PMT buat Balita dan ibu hamil ini baru turun pada 11 -12 Desember. Pihaknya, menerima 311 karton bagi balita yang gizi kurang di Desa Sukatani, Rawagempol Kulon, Rawagempil Wetan, Sukakerta dan Muarabaru. 
Diharapkan, memang setiap dua minggu sekali, anak yang gizi kurang itu terus dichek perkembangan berat badan, tinggi badan dan lainnya. Karena stok PMT dengan kandungan 10 vitamin dan 7 mineral ini, diperuntukan bagi balita untuk dikonsumsi selama tiga bulan kedepan. "Kita baru terima PMT 11 Desember, dan sudah didistribusikan akhir Desember kemarin," katanya.
Odah menambahkan, gizi itu ada tiga kategori yaitu dilihat dari berat badan per umur, tinggi badan per umur dan berat badan per tinggi badan, hasilnya akan nampak apakah balita tersebut sangat kurus, kurus dan gizi kurang. Jika sampai terdeteksi lewat rumus tersebut, maka harus di cek pula sebut Odah, diagnosa oleh dokter Puskesmas, bisa jadi lambatnya pertumbuhan berat dan tinggi badan anak itu akibat penyakit penyertanya. Seperri Tubercolosis (TBC), flek atau cacing. "Balita yang memiliki penyakitnya kronis biasanya nafsu makan sangat kurang, maka yang terdeteksi gizi kurang bisa didiagnosa oleh dokter Puskesmas," katanya.
Ada program khusus sambung Odah, untuk program penyakit balita sulit tumbuh di Puskesmas seperti TBC dan Flek bisa juga dikoordinasikan dengan KIA, karena ada manajemen balita cepat terpadu di Puskesmas. Setelah diperiksa akan dikonsultasikan ke dokter Puskesmas, diobati dan dikoordinasikan dengan keluarganya untuk pengobatan lebih lanjut. "Kita ada program manajemen balita cepat terpadu untuk mengantisipasi gizi kurang, dan masyarakat pun jangan ragu melapor ke Puskesmas," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template