Komisi C Minta Jembatan KW 6 Dibangun 2018 - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Komisi C Minta Jembatan KW 6 Dibangun 2018

Komisi C Minta Jembatan KW 6 Dibangun 2018

Written By Angga Praditya on Jumat, 05 Januari 2018 | 14.30.00

Dedi Rustandi: Kami akan Undang PUPR

KARAWANG, RAKA - Protes warga Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat terhadap program prioritas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang disinyalir menggeser anggaran pembangunan jembatan KW 6 Karangpawitan mendapat sorotan serius Komisi C DPRD Karawang. Untuk itu rencananya komisi ini akan mengundang Dinas PUPR guna meminta penjelasan terkait program prioritas tersebut.
"Soal pembangunan jembatan di KW 6 itu, memang sebelumnya pernah dibahas, namun kita akan cek terlebih dahulu Detail Engineering Design (DED) nya ke PUPR," ujar Wakil Ketua Komisi C DPRD Dedi Rustandi kepada Radar Karawang, Kamis (4/1).
Dedi menambahkan rencana mengundang Dinas PUPR itu juga untuk membahas kemungkinan menjadikan Jembatan KW 6 di wilayah Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, tahun ini menjadi prioritas pembangunan jembatan pemerintah daerah. "Kami akan terus mendorong PUPR agar bisa melakukan pembangunan jembatan KW 6 yang sudah di
impikan warga Karangpawitan yang berharap kemacetan di lokasi itu dapat terminimalkan.
Masih terkait itu, Dedeng (40) warga Kelurahan Karangpawitan yang setiap hari melintasi jembatan itu menyampaikan keluhannya kalau pagi Jalan Rubaya dan Jalan Veteran yang terhubung dengan lingkungan sekitar lapangan Karangpawitan selalu macet. Itu karena volume kendaraan yang melintasi jembatan teramat banyak. Bukan cuma motor tetapi mobil. "Sudah lama jembatan ini menjadi akses penting belasan ribu warga sekitar kelurahan Karangpawitan yang melakukan aktifitasnya di pagi hari. Sayang, jembatannya terlalu kecil sehingga kadang mesti antre lama bisa menyeberangi irigasi," ucapnya.
Bukan cuma itu saja, jembatan itu juga digunakan anak sekolah untuk menyeberangi irigasi. Tetapi karena lamanya antrean melintasi kerap sekali anak-anak sekolah itu telat sampai sekolah. Anak-anak sekolah memilih menunggu antrean melintasi jembatan karena untuk memutar harus melintasi depan Pemda. Dan itu butuh waktu sejam lebih dengan berjalan kaki. Padahal untuk sampai ke sekolah yang dituju hanya membutuhkan waktu tidak lebih setengah jam. "Kasih anak-anak sekolah dan pegawai pabrik, mereka sering mengeluh terlambat sampai sekolah dan pabriknya," ucap Dedeng yang mengaku sempat mendengar percakapan anak sekolah dan pegawai pabrik yang minta diprioritaskan jalan duluan karena sering terlambat ke sekolah dan pabriknya.
Hal sama juga diungkan Arin (64) warga Kampung Kepuh, Kelurahan Karangpawitan. Menurut dia Dinas PUPR harus betul-betul siap memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama masalah jalan.  Apalagi jembatan KW 6 yang sering macet, dan itu harus sesegera mungkin untuk mendorong agar dilakukan percepatan perbaikan jembatan. "Lambat PUPR nya padahal sudah awal tahun 2018, kan janjinya dari tahun 2016 kemudian 2017 dan akhirnya molor sampai 2018," ungkapnya. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template