Kepsek SMANJA Didemo Siswa - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kepsek SMANJA Didemo Siswa

Kepsek SMANJA Didemo Siswa

Written By Angga Praditya on Sabtu, 06 Januari 2018 | 11.00.00

Dinilai tak Transparan Kelola Dana BOS

PURWAKARTA,RAKA - Ratusan pelajar SMAN 1 Jatiluhur (SMANJA), Kabupaten Purwakarta menggelar aksi unjuk rasa, Jumat (5/1). Aksi tersebut buntut dari protes siswa terhadap kepala sekolah lantaran dianggap tidak transparan tentang anggaran dana bantuan operasional sekolah (BOS). 
Aksi unjuk rasa itu dilakukan ratusan siswa dimulai sejak jam masuk sekolah pukul 07.30 WIB. Begitu jam pelajaran dimulai, ratusan siswa dari semua kelas langsung berkumpul di halaman sekolah sehingga aktivitas belajar mengajar lumpuh total. Sembari menyanyi dan meneriakan yel-yel, sejumlah pelajar bahkan membawa poster berisi tuntutan karena tidak transparannya pengelolaan dana BOS dan bantuan perlengkapan sekolah terhadap kepala sekolah (Kepsek) Popong Siti Ratnasari.
Salah seorang siswi SMAN 1 Jatiluhur, Nida Sri Rauzatul Janah mengatakan, siswa meminta transparansi dana BOS dari pemerintah, pasalnya setiap siswa punya hak dari dana bantuan pemerintah. "Tapi kita gak pernah tahu pengelola dana BOS itu, kami meminta perbaikan fasilitas yang ada di sekolah," kata Nida, saat ditemui usai aksi.
Selain tidak transparan, para pelajar sekolah ternama di Kecamatan Jatiluhur itu juga menyoroti banyaknya fasilitas sekolah yang rusak dan tidak kunjung diperbaiki. Bahkan, alat tulis seperti spidol, kata Nida, siswa harus membeli dengan menggunakan uang kas yang dikumpulkan para pelajar. "Sempat juga waktu dulu, untuk gaji pembersih sekolah saja siswa yang iuran sebesar 3.000 rupiah per bulan, namun sekarang sudah dihentikan," ujar dia.
Nida beserta pelajar lainnya berharap, dengan adanya aksi seperti ini apa yang inginkan semoga cepet terwujud, fasilitas sekolah bisa dilengkapi dan ada transparansi dana BOS yang dikelola sekolah.
Kepala SMAN 1 Jatiluhur, Popon Siti Ratnasari, membantah adanya sejumlah sarana dan prasarana sekolah yang tidak diperhatikan. Menurut Popon, demo yang dilakukan pelajar merupakan aksi penyampaian aspirasi demokrasi. "Hanya saja mereka tidak tahu cara penyampaian aspirasi yang benar. Nah ini kewajiban saya dan para guru untuk memberikan pemahaman terhadap siswa, agar mereka tahu bagaimana cara  penyampaian yang benar. Tadi sudah saya kasih arahan, alhamdulilah mereka mengerti dan sudah tidak ada masalah lagi," pungkasnya. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template