Kepala Dipukul Helm, Tas Karyawati Direbut - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kepala Dipukul Helm, Tas Karyawati Direbut

Kepala Dipukul Helm, Tas Karyawati Direbut

Written By Admin Raka on Rabu, 31 Januari 2018 | 12.45.00

RENGASDENGKLOK, RAKA - Bagi Anda yang setiap malam melintasi Jalan Raya Proklamasi harus mulai ekstra hati-hati. Pasalnya, di jalan tersebut berkeliaran komplotan jambret.
Seperti yang dialami Claudia Fitriani (23) warga Dusun Warudoyong Selatan RT 44/10, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Senin (29/1) malam. Karyawati Matahari Mal Karawang itu terpaksa dilarikan ke rumah sakit, karena komplotan jambret menghantamkan helm ke kepala korban. Setelah tersungkur, penjahat jalanan itu membawa kabur tas korban. "Kejadiannya dalam perjalanan pulang ke rumah setelah kerja, sekitar pukul 22.00 WIB," ungkap Claudia kepada Radar Karawang, Selasa (30/1) kemarin.
Ia menceritakan, kebiadaban yang menimpanya terjadi di Jalan Raya Proklamasi, tepatnya di Desa Kalangsari. Korban dipepet dan dipukul di bagian belakang kepala oleh tiga orang tak dikenal, yang berboncengan satu motor. Akibatnya korban tersungkur, dan mengalami luka cukup parah. "Gak tahu dipukul pakai apa. Saya langsung jatuh ke tengah jalan. Padahal saya pakai helm. Uang 3 juta dan ATM di dalam dompet saya dibawa kabur, tasnya masih ada sama STNK," ujarnya.
Claudia mengaku, selama satu tahun bekerja, baru kali ini dia mengalami peristiwa penjambretan. Dia meminta kepada pihak kepolisian, agar terus memantau Jalan Proklamasi, sekitar Tanjungpura-Rengasdengklok. "Jalan itu rawan, harus dipantau polisi," tuturnya. 
Kakak korban, Husna (40) menuturkan, adiknya bekerja di Matahari Mal Karawang. Saat perjalanan pulang kerja sekitar pukul 22.00, korban dijegal oleh orang tak dikenal. Selain uang tunai yang berhasil dibawa kabur, korban juga mengalami luka cukup parah akibat terjatuh dari motor.
"Lukanya yang cukup parah dan sempat dibawa ke RS Proklamasi Rengasdengklok. Luka di bagian kepala, gigi patah, tangan kanan juga patah, dan kaki memar-memar, muka juga bonyok,” tutur Husna.
Dirinya menduga korban dibuntuti dari belakang, dan mengetahui besaran uang yang dibawa korban. "Beruntung korban tidak sampai luka parah, sepeda motornya pun masih bisa diselamatkan karena keburu diamankan warga. Hapenya juga masih ada," ucapnya. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template