Kades Kutajaya Digoyang Lawan Politik - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kades Kutajaya Digoyang Lawan Politik

Kades Kutajaya Digoyang Lawan Politik

Written By Admin Raka on Sabtu, 20 Januari 2018 | 17.00.00

Klaim Pelayanan Desa Tetap Jalan  

KUTAWALUYA, RAKA- Setelah sekian lama tak muncul, akhirnya Kepala Desa Kutajaya Suryana Efendi, akhirnya muncul. Suryana mengklaim, selama ini tidak meninggalkan kewajibannya sebagai kades. Persoalan yang selama ini muncul, disinyalir dibesar-besarkan oleh lawan poltiknya.
Suryana mengaku tidak pernah jauh dari kantor desa. Dirinya mengklaim telah memegang teguh kewajibannya yang mengharuskan hadir 30% di kantor desa dan 70% di masyarakat. Dibuktikan dengan tanda tangan kades dalam mengurusi administrasi kependudukan masyarakat, karena selama ini tidak ada masyarakat yang mengeluh ataupun berkomentar. Adapun yang banyak berkomentar yaitu lawan politiknya sendiri. "Itukan kata lawan politik saya, kalau mau bertarung ayo di pemilihan kades yang akan datang," ujarnya, kepada Radar Karawang.
Sedangkan, dugaan penyalahgunaan dana bantuan pemerintah yang sebelumnya diperiksa dan adanya penemuan oleh Badan Pengawas Keuangan (BPK), dirinya siap dan berani untuk diperiksa ulang. Dia juga mengklaim tidak menghambat pencairan honor perangkat desa. Dirinya sudah mempersiapkan dana tunjangan atau honor bagi setiap perangkat desa. Namun keterlambatannya tersebut akibat proses yang tidak sebentar, sehingga memerlukan banyak waktu. "Anak buah saya aja yang gak sabar, padahal sudah kita siapkan untuk siltap itu, tapi kan perlu proses," kilahnya.
Untuk masalah dugaan pemotongan siltap linmas, dirinya mengakui jika hal tersebut ada miskomunikasi antara dirinya dengan bendahara desa. Karena, masih kata Suryana, honor linmas yang ia ketahui sebelumnya yaitu Rp 25 ribu per bulan. Hal tersebut di ungkapkan setelah ia bertamya kepada bendahara desa. Namun kekecewaan aparat desa atas kinerja kepala desa yang dinilai malas-malasan tetap tak berubah, selain kinerja kepala desa yang menjadi sorotan publik, kewajibannya sebagai pengayom masyarakat juga di nilai minim.
Suryana berjanji akan berbenah diri dan memperbaiki kesalahannya. Apalagi setelah adanya teguran dari Bupati Karawang  melalui surat yang ia terima dari pihak kecamatan. Adapun perangkat desa yang rewel dan tidak bisa di upayakan untuk bertahan di desa, dirinya tidak akan segan-segan untuk menggantinya dengan pegawai desa baru. "Tentunya saya akan berbenah diri, ini akan menjadi pembelajaran bagi saya," akunya. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template