Janji Tambah 2 Apotek Belum Terealisasi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Janji Tambah 2 Apotek Belum Terealisasi

Janji Tambah 2 Apotek Belum Terealisasi

Written By Admin Raka on Jumat, 19 Januari 2018 | 16.50.00

TELUKJAMBE, RAKA - Rencana menambahkan dua apotek di lingkungan Rumah Sakit Umum  Daerah (RSUD) sampai sekarang belum terealisasi. Padahal penambahan apotek itu untuk memangkas lamanya antrean pengambilan obat.
Saat baru ada sebelas apotek bekerjasama dengan RSUD. Dari sebelas apotek tersebut dua diantaranya melayani pengambilan obat di dalam lingkungan rumah sakit, sementara sisanya berada di luar lingkungan rumah sakit. "Kita akan tambah dua lagi apotek. Diharapkan dengan tambahan dua apotek ini bisa mengurai antrean panjang layanan apotek rawat jalan," ungkap Kabid Penunjang RSUD dr Endang Supriadi, beberapa waktu lalu.
Endang menjelaskan, antrean terjadi akibat penumpukan jumlah pengunjung yang akan mengambil obat resep dari hasil pemeriksaan dokter poli dengan waktu yang hampir bersamaan. Dengan jumlah banyak dan waktu bersamaan otomatis terjadi penumpukan, sementara layanan loketnya kecil. Dilain sisi, keterbatasan ruang untuk dijadikan apotek salah satu kendala yang ada. "Memang untuk jumlah apotek RSUD berdasarkan permenkes masih diperbolehkan dua lagi," katanya.
Sementara Kabid Pelayanan Medik dr Dwi Susilo menambahkan, saat ini selain layanan yang dianggap kurang untuk kapasitas ruang apotek, membludaknya jumlah pengunjung RSUD hingga 1000 orang per hari membuat pelayanan tetap over kapasitas. Dengan jumlah pengunjung hingga lebih 1000 orang bisa dibayangkan dalam waktu bersamaan ingin mengambil obat.
Dokter Dwi mengatakan, bukan tidak ada usaha dalam meningkatkan layanan di RSUD, selain sudah menambah jumlah loket pendaftaran dari 5 menjadi 10. "Jumlah apoteker juga sudah ditambah menjadi 8, namun memang jumlah pengunjung yang banyak diperlukan tambahan lagi ruang apotek. Sementara saat ini ruang yang ada harus mensiasati. Kita terus berusaha melakukan perbaikan layanan, tapi pada akhirnya memang dengan jumlah yang banyak menjadikan layanan tetap antri jika tidak dilakukan penguraian dari layanan dokternya," jelasnya.
Menyinggung pasien BPJS dr. Dwi tidak menampik jika pasien terbanyak mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah berasal dari pemegang kartu jaminan kesehatan BPJS. Dengan jumlah itu amat pantas jika Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang memberikan pelayanan terbaiknya bagi pasien pemegang kartu jaminan kesehatan BPJS Kesehatan.  "Kami mencapat sekitar 98 persen pasien yang berobat ke RSuD menggunakan program pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan," ucapnya.
Pencapaian angka 98 persen itu, terang dr. Dwi, tidak diperoleh secara langsung tetapi melalui tahapan. Ia mengatakan, sebelumnya banyak juga pasien umum yang berobat ke RSUD namun kini mengalami penurunan. "Pada awalnya antara pasien BPJS Kesehatan dengan pasien umum yang berobat ke RSUD Karawang perbandingannya mencapai 70:30. Tetapi kini sekitar 98 persen pasien RSUD Karawang merupakan peserta BPJS Kesehatan," katanya.
Kendati demikian Dr. Dwi mengatakan penurunan jumlah pasien umum bukan hanya dialami RSUD tetapi hampir merata di rumah sakit-rumah sakit swasta. Dwi tidak berani mengatakan penyebab penurunan itu karena pasien-pasien umum kini pun mulai menggunakan fasilitas-fasilitas kesehatan yang ada saat ini. "Bukan hanya di RSUD Karawang sejumlah pasien yang berobat ke rumah sakit swasta di Karawang juga dikabarkan melayani mayoritas pasien dari BPJS Kesehatan," ucapnya. (ari)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template