Jalan Rusak 3 Tahun Tidak Diperbaiki - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jalan Rusak 3 Tahun Tidak Diperbaiki

Jalan Rusak 3 Tahun Tidak Diperbaiki

Written By Angga Praditya on Jumat, 26 Januari 2018 | 15.00.00

TELUKJAMBE TIMUR, RAKA - Warga Perumahan Bumi Teluk Jambe Indah, Kecamatan Telukjambe meminta perhatian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)  memperbaiki  jalan rusak parah di wilayah mereka. Apalagi  jalan utama dari Jalan Pandu Blok JJ menuju Kampung Budaya, Desa Wadas itu sudah tiga tahun rusak.
Menurut Hendri (30) tokoh pemuda Desa Wadas, kerusakan jalan menjadi salah satu kendala utama sulitnya kawasan itu berkembang. Diakuinya akses  itupun cukup ramai karena merupakan akses alternatif penghubung ke jalan utama Desa Wadas ke Kampung Budaya.
"Sebenarnya akses jalan utama Perum Bumi Telukjambe, hanya yang disini saja jalannya rusak parah, jalan berlubang dan mudah tergenang air, terlebih saat musim hujan, kadang membuat pengguna jalan merasa khawatir, " jelasnya. Dirinya berharap, pemerintah bisa memperbaiki jalan agar akses perekonomian bisa dinamis seperti jalan perumnas yang lain.
Senada itu Aditya (41) juga warga desa Wadas menambahkan lintasan aktif jalan perumnas itu sangat membantu dan penguraian kemacetan. Di terangkannya laju bisnis pun terganjal oleh jalan yang rusak. "Sepertinya jalan kami memang agak terhambat perbaikan, entah kenapa dan sangat di sayangkan, Perum Bumi Telukjambe padahal secara perekonomian tengah menggeliat, seharusnya bisa mendapatkan dukungan dari pemerintah. Tidak jarang bentuk usaha warga menjadi sia-sia karena jalan yang rusak, " tegasnya.
Menanggapi persoalan tersebut, Ketua RW 013, Perum Bumi Telukjambe Blok JJ. GF, mengatakan  pengajuan perbaikan jalan sudah di masukan dalam draft proposal. Pengajuan itu memang baru diajukan tahun 2018 ini karena terganjal persoalan pelimpahan perumnas ke pemerintah. "Mudah-mudahan dengan adanya media yang meliputnya maka gayung bersambut, dan saya yakini akan di kerjakan pada tahun ini. Apalagi  jalan yang rusak inikan sudah lama, kondisinya berkeroak dan beberapa titik mengalami kerusakan hingga 300 meter, baik arah kanan menuju Kampung Budaya dan sebaliknya," ucapnya.
Perlu disampaikan, terkait jalan rusak ini merupakan tanggung jawab pemerintah sebagai penyelenggara jalan untuk memperbaikinya. Karena sesuai Pasal 34 Ayat (3) Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 menyebutkan negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. Salah satu fasilitas pelayanan umum yang layak itu adalah jalan.
Secara sederhana, karena penyedian jalan yang layak adalah tanggung jawab negara, maka ketika tanggung jawab itu tidak dilaksanakan maka akan membawa konsekwensi hukum. Artinya ada sanksi yang dikenakan kepada pemerintah sebagai penyelenggara negara. Undang-Undang (UU) nomor 22/2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang terbaru sebelumnya UU 14/1992 telah mencantumkan sanksi pidana kepada negara dalam hal ini penyelenggara jalan.
Pasal 273 menyebutkan bahwa Ayat (1) Setiap penyelenggara Jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki Jalan yang rusak yang mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (1) sehingga menimbulkan korban luka ringan atau kerusakan Kendaraan dan barang dipidana penjara paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp 12.000.000.
Demikianpun penyelenggara Jalan yang tidak memberi tanda atau rambu pada jalan yang rusak dan belum diperbaiki sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp 1.500.000. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template