Horor Vaksinasi di Lemahabang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Horor Vaksinasi di Lemahabang

Horor Vaksinasi di Lemahabang

Written By Admin Raka on Sabtu, 13 Januari 2018 | 18.30.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Pasca korban jiwa setelah vaksinasi difteri terhadap siswa kelas IV SDN Kedawung 1, Tearsya (11), guru dan kepala sekolah dasar di Kecamatan Lemahabang mulai dihantui ketakutan. Namun dengan pertimbangan medis dan program pemerintah Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) memastikan vaksinasi difteri terus berlanjut.
Kepala SDN pulojaya 2 Hj Yeti Maryati SPd, Jumat (12/1) mengatakan, berdasarkan pertimbangan medis melihat gejala yang ditimbulkan pasca vaksinasi difteri pada siswa SDN Kedawung 1 tidak ada korelasinya dengan ancaman jiwa. Sehingga,  meskipun menimbulkan kekhawatiran dampak penyetopan vaksinasi difteri di sejumlah SD di kecamatan Lemahabang, pihaknya tetap menjalankan program kesehatan pemerintah tersebut untuk pencegahan ancaman bahaya difteri pada siswanya.
"Sejauh ini kondisi para siswanya normal-normal saja setelah vaksinasi difteri dari pihak UPTD Puskesmas Lemahabang melakukan penyuntikan di sekolah," ucap Hj. Yeti. Namun ia tidak menampik ada beberapa siswa diantaranya mengalami mual setelah tim medis menyuntikkan vaksinasi tersebut, hanya saja saat detail dipertanyakan kepada anak tersebut, ternyata Jauh sebelum penyuntikan dilangsungkan, memang sedari pagi sudah memiliki gejala mual. Sehingga, hal itu masih langsung ditangani pihak Puskesmas dengan pemberian obat.
"Pihak Puskesmas tidak akan sembarangan memberikan vaksinasi apalagi yang tidak sesuai dengan standar operasional pegawai (SOP). Sebab, di sekolah disortir terlebih dahulu mana saja anak-anak yang mengalami sakit demam dan mana saja anak yang sehat, sehingga yang mengalami sakit demam dan lainnya, vaksinasi tersebut ditunda terlebih dahulu," ucapnya.
Namun bukan berarti penundaan tersebut vaksinasi itu tidak kembali dilakukan,  karena sambung Yeti, pihak sekolah memfasilitasi anak yang tertunda dalam imunisasi Difteri tersebut langsung ke Puskesmas di hari-hari berikutnya. Untuk itu ia yakinkan kepada orang tua wali murid berikut para siswanya, bahwa vaksinasi ini adalah untuk pencegahan ancaman penyakit yang berbahaya di kemudian hari. Adapun dampak dan efek samping yang ditimbulkan diyakinkan bahwa hal itu masih bisa tertanggulangi optimal oleh tim kesehatan. "Kalau program pemerintah, kita harus dukung. Jangan cemaskan setelah ada kejadian. Kita lanjut terus," Ungkapnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template