Heriadi: Saya Kira Kebakaran - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Heriadi: Saya Kira Kebakaran

Heriadi: Saya Kira Kebakaran

Written By Angga Praditya on Senin, 15 Januari 2018 | 14.30.00

Wisatawan mengira asap hitam bergumpal-gumpal dan menutup badan jalan serta pandangan akibat kebakaran yang terjadi dipinggir jalan. Setelah mendekat, mereka baru tahu kalau asap itu berasal dari hasil pembakaran batu kapur dipinggir jalan perlintasan Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan.
"Tadinya saya kira ada kebakaran tetapi kok tidak ada mobil pemadam kebakaran. Saya sendiri sempat ragu apalagi lalulintas pun tidak macet. Dan, saya baru tahu kejadian yang terjadi setelah berjalan kurang lebih 100 meter. Ternyata asap hitam menutup pandangan dan badan jalan itu dari hasil pembakaran batu kapur di pinggir jalan," ucap Heriadi Fatahillah (35) sopir minibus dari Jakarta.
Dikatakan Heriadi, dia bersama rombongannya dalam perjalanan wisata dan rencananya akan mengunjungi sejumlah objek wisata di wilayah Kecamatan Tegalwaru dan Pangkalan. Dia baru sekali itu datang ke Tegalwaru. Makanya, buatnya asap hitam itu adalah pengalaman dan akan disampaikannya kepada rekan-rekannya sesama sopir bis wisata kalau itu bukan kebakaran tetapi hasil pembakaran kapur dipinggir jalan.
Masih dikatakan Heriadi, untuk mencega terjadinya kecalakaan dia sengaja menghidupkan lampu kabut agar pengenddara lain tahu posisi kendaraan di depannya, sehingga dirinya tidak ditabrak dari belakang. Demikianpun dia supaya tidak menabraka kendaraan di depannya sengaja memperlambat kecepatan kendaraannya. "Saya hidupkan lampu hazzar sebagai tanda kendaraan di belakang kalau saya ada di depan. Dan saya sendiri melambatkan kendaraan agar tidak menabrak kendaraan didepan," ucapnya. 
Kenati demikian Heriadi tetap berharap agar para pengusaha pembakaran kapur itupun bisa bekerjasama. Paling tidak untuk menghentikan aktifitas pembakaran kapurnya ketika hari libur. Sehingga disaat liburan itu wisatawan bisa merasa nyaman melintasi jalan raya. "Pengennya kalau hari Sabtu atau Minggu jangan dulu ada aktifitaslah, Ngeri juga melintas jalan berbalut asap hitam," ucapnya.
Sementara Malik (44) pengendara motor asal Kampung Sukatani, Kabupaten Bekasi menuturkan dirinya kali pertama berkunjung ke objek wisata Loji dan sekitarnya. Dia juga sempat ragu menyaksikan asap hitam bergulung-gulung di badan jalan raya. Tetapi setelah tahu kalau itu asap dari pembakaran batu kapur diapun memaksa melanjutkan perjalanan. Tetapi dia kembali kaget mendapatkan kejadian serupa di ruas jalan lainnya. "Saya pikir cuma satu saja pabrik yang beroperasi tetapi ternyata lebih dari satu. Ya, sempat ragu juga melanjutkan perjalanan karena takut," ucapnya. (ari)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template