Hari Ini Ratusan Petani Demo - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Hari Ini Ratusan Petani Demo

Hari Ini Ratusan Petani Demo

Written By Admin Raka on Selasa, 30 Januari 2018 | 14.00.00

Dampak Tanggul Jebol, 1000 Hektare Sawah Kekeringan

TIRTAMULYA, RAKA - Sekitar 1000 hektare lahan sawah yang memasuki wilayah Tirtamulya dan Cikampek kekeringan. Hal itu diakibatkan jebolnya tanggul BTT 11 Cikaranggelam beberapa waktu lalu. Saat ini proses perbaikan tanggul sedang dilakukan, namun proses perbaikan dinilai lamban.
Untuk mencari solusi atas kekerengan tersebut, perwakilan petani bersama perangkat desa di wilayah Tirtamulya dan Cikampek melakukan protes kepada pihak kontraktor yang tengah menggarap proyek normalisasi irigasi tarum timur. Namun saat hendak protes, pihak kontraktor tidak ada di tempat.
Protes dilanjutkan dengan mendatangi kantor Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) yang ada di perbatasan Tirtamulya - Cikampek. Disana mereka dihadapi oleh para PPL dan pihak keamanan termasuk TNI dan Polisi, namun sayang audiensi tidak membuahkan hasil sehingga dipastikan hari ini ratusan petani yang merasa dirugikan akan melakukan aksi.
"Kakau di Tirtamulya ada sekitar 1000 hektare sawah yang kekeringan. Itu mencakup empat desa, Karangsinom, Parakanmulya, Karangjaya dan Citarik," kata Kepala Desa Karangsinom, Eneng Ahyat, kepada Radar Karawang, Senin (29/1).
Menurutnya areal sawah yang ada di Tirtamulya sangat merasakan dampak dari adanya tanggul BTT 11 yang jebol. Karena saat ini sedang dalam proses perbaikan, maka kondisi air irigasi dikurangi sehingga air tidak naik ke areal pesawahan. "Harus segera ada solusi. Kalau tidak sawah petani bisa mati. Maka dipastikan gagal panin," tegasnya.
Sementara Ketua Kelompok Tani Sinar Tani Dawuan Tengah, Arim mengaku merasa kecewa dengan langkah pemerintah yang tidak cepat tanggap. Karena lambannya penanganan jebolnya tanggul bisa berdampak buruk terhadap kondisi padi yang saat ini sudah ditanam. "Ada sekitar 200 hektare sawah yang kekeringan di Dawuan. Karena saluran air ditutup sekitar 20 hari lalu. Sementara usia tanam sudah diatas 1 bulan," katanya.
Dengan demikian, petani mengalami hambatan dalam mengolah tanaman padinya. Karena tidak bisa melakukan pemberian pupuk dan hal-hal lain yang dibutuhkan oleh padi. Bahkan kalau dalam satu minggu ini tidak terairi, sawah yang sudah ditanami dan mengalami keringan itu bisa mati. "Terserah bagaimana caranya, yang penting sawah kami bisa segera terairi," tegaanya.
Tokoh masyarakat Cikampek yang juga mantan Kepala Desa Dawuan Tengah Yusuf Nurwenda memastikan hari ini akan membawa para petani untuk mengontrog kontraktor yang tengah mengerjakan perbaikan tanggul yang jebol. Karena menurutnya terjadinya kekeringan adalah akibat dari lambannya mengerjaan tanggul yang jebol. "Lihat saja, itu alat beratnya pada nganggur. Pekerjanya nggak ada. Padahal sawah petani sudah kekeringan," bebernya.
Selain itu para petani juga akan mendesak pemerintah daerah untuk bisa ikut mendorong agar persoalan yang dihadapi bisa segera diselesaikan. Terlebih menurutnya berkas proyek perbaikan irigasi tersebut tertera dari tahun 2017 sampai 2019. "Itu anggarannya pasti besar. Masa pengerjaannya leha-leha begini," katanya.
Sementara Koordinator PPL Cikampek Tatang Sotiwa menyampaikan, pihak PPL sudah memberikan opsi untuk sementara waktu menggunakan pompanisasi. Sementara komunikasi dengan pihak terkait terus dilakukan agar ada solusi yang cepat dan lebih baik.
Tetapi para petani sendiri tidak menerima karena secara hitung-hitungan harus berapa pompa yang dipasang dan berapa operasional yang harus disiapkan. Sementara lahan sawah yang sudah kekeringan mencapai ribuan hektare. "Kami akan komunikasi dengan (pimpinan) Dinas Pertanian Karawang. Semoga bisa segera ada solusi," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template